Tag Archives: thought

Tentang DiamΒ 

Saya tidak sengaja membaca quote ini dari salah satu postingan penulis favorit says:

Memang jauh lebih baik diam dari pada mengucapkan kata – kata yang menyakitkan orang lain. Diam jauh lebih bijaksana daripada berkata yang tidak jelas kebenarannya. Diam jauh lebih positif dibanding mem bully seseorang atau bergosip tentang orang lain. Dan juga, diam jauh lebih beradab daripada mengatai ngatai orang lain yang bahkan tidak dikenal di media sosial.

Tetapi baru baru ini juga, salah satu sahabat saya sempat berkata betapa dia terluka karena seorang teman mendiamkannya.

Cerita sahabat saya ini menyadarkan saya bahwa diam tidak boleh diartikan menghindari kebenaran karena kita terlalu takut akan pahitnya nilai kebenaran itu. Diam tidak seharusnya menjadi alasan kita untuk bersembunyi dari rasa sakit yang terkadang muncul bersama suatu kejujuran. Dan diam tidak seharusnya jadi pilihan saat komunikasi butuh untuk dibahasakan.

Di kasus sahabat saya ini, saya berduka karena diam dijadikan suatu jalan untuk memutuskan hubungan silaturrahmi. Berharganya diam terkadang berubah menjadi suatu cara untuk menghukum orang lain.

Saya mengira konsep diam sebenarnya ialah anjuran untuk membangun komunikasi lewat bahasa yang baik. Penyemangat untuk menjadi seseorang yang bisa menyampaikan kebenaran dan mampu menerima kejujuran. Konsep diam menuntut seseorang menjadi pribadi dengan integritas saat membangun hubungan dengan orang lain.

Dulu ayah data pernah berkata- saya tidak tahu beliau kutip dari mana- di mulut manusia ada surga dan neraka. Sekarang mungkin beliau akan berkata di jari kita juga ada surga dan neraka.

Ada saatnya diam jadi pilihan terbaik. Namun tidak semua diam membawa kebaikan.

Advertisements