HIV Infection/AIDS : Just a/n (little) overview

Tergelitik dengan hebohnya pemberitaan mengenai pernyataan Bu Menkes tentang penggunaan kondom dan pernyataan Komisi DPR mengenai penularan HIV, I decide to write about this topic, through you also can refer to this link to find trusted information and more up-to date:

Komisi penanggulangan AIDS Indonesia: http://www.aidsindonesia.or.id/

Komisi penanggulangan AIDSnya PBB: www.unaids.org

Bedanya HIV dengan AIDS pasti semuanya sudah tahu yak?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah si virus biang kerok yang membuat seseorang mengidap penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Saat seseorang terinfeksi HIV, dia tidak langsung memperlihatkan gejala penyakit tertentu, walaupun sudah terinfeksi dalam waktu 5-15 tahun si penderita bisa kelihatan sehat sehat saja. Kapan seseorang itu dikatakan udah memasuki tahap AIDS, kategorinya ada ada kondisi-kondisi yang ditetapkan oleh CDC (Centers for Disease Controls and Infections)

Terus kenapa HIV AIDS ini sangat menghebohkan?

Yah, banyak hal sih yang membuat HIV AIDS sangat menghebohkan dunia, diantaranya: jumlah kejadiannya yang cenderung meningkat, obat untuk menyembuhkan penyakit ini belum ada (atau belum ditemukan), cara penularannya yang unik dan kontroversial, dan mitos-mitos heboh (yang kadang tidak bertanggung jawab) serta isu-isu sensitif tentang penyakit ini.

Lalu, apa yang membedakan infeksi HIV dengan infeksi lain?

Pertama, infeksi HIV itu adalah infeksi virus yang lebih susah untuk `dilawan` dibanding infeksi jamur atau bakteri. Kok bisa? Karena sifat (atau bahasa kerennya: karakteristik) virus, bakteri, dan jamur itu beda-beda. Dan ilmu si virus dalam menginfeksi jauh lebih `mumpuni` di banding bakteri dan virus.

Bedanya infeksi HIV sama infeksi virus lain kayak virus flu apaan sih?

Target infeksi HIV itu adalah CD4+ limfosit yang merupakan bagian dari sistem imun. Kalau diiklan-iklan, sistem imun seperti tentara yang melindungi tubuh kita dari penjajah asing yang bikin tubuh sakit :). Penjajah ini bisa bakteri, virus, atau jamur  pokoknya semua yang nggak dikenal si tentara sebagai warga dari tubuh kita yang semuanya punya cara, strategi dan senjata tersendiri dalam menginvasi (atau menginfeksi :)). Kalau terjadi invasi dari bakteri, jamur atau virus, tentara inilah yang berada di garis depan untuk mencegah tubuh jatuh  ke tangan lawan. Tapi ga selamanya tentara ini menang, pasukan pelindung kita ini bisa kalah jumlah atau strategi, untuk mengatasi hal itu terkadang perlu didatangkan bantuan dari luar berupa antibiotik sebagai tentara tambahan, vaksin sebagai bocoran strategi perang lawan.  Kebayang kan bagaimana kalau yang jadi sasaran utama si penyerang (HIV) adalah pasukan tentara penjaga tubuh kita (sistem imun)? Yup, dia bales nyerang duluan, tapi ada saatnya dimana tentara kita pasti kalah jumlah dan kalah strategi saking hebatnya si HIV ini . Nah saat si `penyerang` ini sudah masuk ke tubuh kita dan dibiarin saja, maka saat itulah tubuh kita bisa jadi rentan dengan serangan-serangan lain.

Kalau udah begitu serangan mikroorganisme yang harusnya ga berbahaya pun bisa jadi bahaya besar buat tubuh, apalagi infeksi mikroorganisme patogen yang pada orang dengan sistem tubuh masih bagus, bisa bikin orang tu sakit parah. Apalagi dunia kita ini tu penuh dengan yang namanya mikroorganisme. Pasti setiap harinya manusia itu pernah kontak dengan yang namanya mikroba, meski nggak kelihatan. Serangan organisme akibat lemahnya sistem imun tubuh ini yang dikenal sebagai infeksi opurtunistik. Infeksi opurtunistik ini  yang secara langsung membahayakan penderita AIDS.

Terus harus bagaimana  kalau udah terinfeksi?

World not end at that spot, exactly. Firstly, terapkan pola hidup sehat yang meminimalkan kemungkinan dapet infeksi opurtunistik. Terus, walaupun tidak bisa “mengusir” keberadaan HIV dari tubuh kita, kita tidak boleh dong membiarkan dia dengan mudah dan cepat merebut tumpah darah kita ^^ (tubuh kita), makanya perlu ada treatment atau bantuan dari luar, meskipun bantuan ini tidak bisa memberantas HIV sampai tuntas tapi dia bisa:

  • mencegah si penyerang (HIV) bertambah banyak atau menambah kroninya  dengan suppress HIV repplication
  • menjaga tentara pelindung tubuh kita gak cepat lelah, tetap bersemangat, dan tak mudah menyerah dengan restore and preserve immune function
  • mencegah serangan dari pihak asing lain dengan prevent opportunistic infection

Bantuan dari luar ini yang kita kenal dengan obat ARV atau antiretroviral. Namun sayangnya bantuan  ini gak selamanya aman, ibaratnya mereka tentara bayaran yang pamrih :), kadang suka salah ngenalin siapa kawan siapa lawan (rata-rata  ARV memiliki adverse effect  yang lumayan berat), dan lebih sering lagi berenti menyerang penjajah-penjajah itu akibat lelah berperang (resistance), atau sering gak klik sama relawan-relawan lain yang gak satu profesi (drug interaction).

Sudah begitu, ARV juga nggak didapat dengan murah, satu kemasan ARV saja harganya mencapai jutaan, apalagi penatalaksanaan infeksi HIV dengan ARV harus long treatment dan sangat sangat tergantung dengan kepatuhan pasien.

Apa `strategi`  HIV dalam menyerang dan menginvasi tubuh kita dan bagaimana ARV bekerja dalam `memerangi` virus tersebut?

Teoritisnya saat virus itu masuk ke dalam tubuh, suatu glikoprotein (gp120)  terikat dengan `reseptor` CD4 pada sel-sel dendrit, limfosit, monosit dan makrofag. Hal ini mengakibatkan tebentuknya ikatan lain dengan reseptor kemokin pada permukaan sel, yang memungkinkan virus masuk ke dalam sel, dengan bantuan glikoprotein gp41 (pada gambar tuh di no.1). Virus ini mengandung RNA tunggal, reverse trancriptase dan enzim-enzim lainnya. Dengan menggunakan RNA tunggal,  enzim RT, dapat dibentuk suatu rantai  DNA pelengkap.  Kemudian, rantai RNA awal tadi dilepaskan dari rantai DNA yang baru dibentuk oleh enzim ribonuklease H, dan reverse transcriptase melanjutkan membentuk rantai DNA yang berpasangan (pada gambar lihat no.2 yah). Selama konversi RNA ke DNA inilah  banyak mutasi genetik yang terjadi. Karena kesalahan selama aktivitas transkripsi ini yang menyebabkan HIV mampu berkembang dengan cepat dan resistansi obat juga terjadi dengan cepat.  Infeksi kronis terjadi saat rantai ganda DNA tadi bermigrasi ke dalam nukleus dan `menginterupsi` kromosom sel induk dengan bantuan enzim integrase (no3 tuh). JIka sel tersebut diaktifkan karena adanya antigen atau sitokin (komponen sistem imun), replikasi HIV dimulai dengan polimerase DNA sel induk mentransripsikan DNA virus menjadi m-RNA (no 4) dan m-RNA diterjemahkan sebagai protein virus (yang no 5).  Protein ini  dapat mengembangkan karirnya 🙂 alias budding  dari sel yang terinfeksi dan menginfeksi sel lainnya (tuh no 6).

Gambar di atas tuh gambar siklus hidup si HIV yang dikopi dari webnya DHHS^^..

Keterangannya: 1. Binding and Fusion 2. Reverse Transcription 3. Integration 4. Transcription 5. Assembly 6. Budding

Obat ARV bekerja dengan memperhatikan mekanisme ini;

  • dengan menghambat fusi dan penetrasi HIV ke dalam sel (Enfuvirtide, CD4-IgG2, antagonis kemokin)
  • dengan menghambat enzim reverse transcriptase (Abacavir, Didanosine, Efavirenz, Zidovidine, Nevirapine)
  • dengan menghambat enzim protease dan maturasi viral (Amprenavir, Indinavir, Atazanavir)
  • dengan menghambat integrasi, transkripsi, dan translasi (Integrase Inhibitor)

Tingkat kemampuan imun tubuh dalam menjalankan fungsinya sangat terkait dengan jumlah replikasi virus dan dapat ditentukan dengan menghitung CD4+ sel T.  Replikasi virus HIV terjadi dengan cepat saat sel T helper tidak mampu lagi mengimbangi jumlah virus HIv yang menyerang. Penentuan CD4 adalah prediktor untuk progressnya AIDS. Saat hitung CD4+ T-cell mencapai  200 cells/mm3 atau kurang, profilaksis untuk infeksi opurtunistik perlu diberikan.

Walaupun AIDS bukan satu-satunya penyakit yang obatnya gak ada ataupun belum ditemukan, tapi caranya membunuh lewat ngasih permit sama penyakit infeksi lain yang harusnya ga bahaya cruel enough for me, bisa membatasi ruang gerak manusia, belum lagi stigma masyarakat soal penyakit ini, lalu penularan penyakit ini yang ngasih excuse buat anak dan pasangan kita  a.k.a orang-orang yang kita sayang untuk merasakan hal yang sama.

Regulasi Produk Kosmetik dan Prosedur Perizinannya

kosmetik

Produk kosmetik sekarang ini sudah jadi produk yang sangat komersil dengan jumlah iklan yang tayang  di televisi banyaaaakk sekali, disamping obat dan penyelia telepon seluler yang jadi saingannya. Namanya produk untuk dijual, pasti konsumen mengharapkan produk tidak cuma punya kualitas  yang oke, tapi juga aman untuk dipakai. Nah, untuk tujuan itu perlu ada pengaturan atau regulasi produk. Untuk urusan satu ini, jadi tanggung jawab BPOM sebagai salah satu `perpanjangan tangan` negara dalam kewajibannya melindungi rakyat Indonesia (hohohoho).

Dalam kategori produk obat, dikenal istilah No registrasi atau No. Izin Edar. Jika suatu produk sudah punya no registrasi atau NIE, jadi kita boleh dong punya asumsi kualitas serta keamanan produk yang dikeluarkan itu tak cuma dijamin oleh produsen tapi juga dijamin oleh negara atas sama BPOM, sehingga diperbolehkan untuk diproduks,dijual dan diedarkan di seluruh wilayah NKRI#weleh. Trus untuk kategori kosmetik bagaimana? Pasti ada juga dunkkkzzz…Dan prosedurnya sama atau nggak sih dengan obat?  Let us check.

Apa itu kosmetik?

Kosmetik didefinisikan sebagai  bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia seperti:

  • epidermis, contoh sediaan perawatan kulit
  • rambut, contoh shampoo, hair conditioner, pewarna rambut
  • kuku, contoh nail color
  • bibir, contoh lipstik
  • organ genital bagian luar, contoh feminine hygiene
  • gigi dan mukosa mulut, contoh pasta gigi, mouth wash

Dan kalau menggunakan kosmetik kita pasti lebih aware daripada menggunakan obat, karena kalau obat, keberadaan efek samping masih bisa ditolerir tapi untuk kosmetik, absolutely not

Kalau untuk obat kita kenal istilah No. Reg atau NIE,  untuk kosmetik, BPOM mengeluarkan yang namanya No. Notifikasi. Untuk regulasinya BPOM merujuk ke Agreement of The ASEAN Harmonized Cosmetic Regulatory Scheme, semacam kesepakatan bersama seluruh negara ASEAN untuk tujuan tercapainya ASEAN Free Trade Area (AFTA). Kesepakatan ini mencakup 2 fase: (i) the ASEAN Mutual Recognition Arrangement of Product Registration Approvals for Cosmetic; dan (ii) the ASEAN Cosmetic Directive (Product Notification). Ditambah 7 dokumen teknis yang mencakup

  • (Kategori Produk Kosmetik)  illustrative list of cosmetic products by category;
  • (Prosedur dan Ketentuan Registrasi Produk) product registration requirements and procedures;
  • (Ketentuan Pelabelan) common labelling requirements;
  •  a handbook on ingredient listings;
  • (Pedoman Klaim) common claims guidelines;
  • (Persyaratan ekspor impor) common import and export requirements;
  • good manufacturing practice.

http://www.aseansec.org/20705.htm

Jadi, setiap produsen/distributor/importir yang bertanggungj awabmengedarkan produk kosmetik dipasaran harus bin wajib menyiapkan Dokumen Informasi Produk (DIP). DIP ini harus tersedia dan mudah untuk diaudit kapan saja oleh  pemerintah berwenang. DIP disiapkan untuk menjamin keamanan, kualitas dan manfaat produk kosmetik yang beredar di pasaran.

Walaupun suatu kosmetik sudah mendapat izin BPOM (sudah punya nomor notifikasi) tapi tak tertutup kemungkinan produk tersbut dapat dipalsukan, jadi setiap konsumen tetap harus waspada dalam membeli dan menggunakan kosmetik. Dan satu hal lagi yang tak boleh dilupakan, kosmetik juga dapat dikategorikan sebagai limbah kimia jika sudah kadaluwarsa dan tidak digunakan lagi, so handle it with precaution ya..jangan buang sembarang baik yang cuma berupa `selongsongan`-nya ataupun yang masih ada isinya. At least, keep our earth green from the small thing we can do.

Nb: Terimakasih banyak untuk Bu Atty atas pengetahuannya.

Darren Shan-er Ever!!!

Aku bukan penggemar cerita horor, but for me, this book include the best book I ever read!! The reason why I like this book that much, karena saat membaca buku ini aku terhanyut terus tenggelam ke dalam dunia fantasi petualangan bocah vampir yang gak bisa tua, si Darren itu. Disamping itu, semakin aku membaca semakin banyak buku ini mempengaruhiku. Bagaimana cara memaknai takdir, tak pernah menyalahkan masa lalu, menghargai persahabatan, bertanggung jawab atas setiap keputusan yang aku ambil, dan tentang memaafkan.Walaupun genrenya buku ini tuh horor, dan saat baca sinopsisnya aku yang sama sekali tidak tertarik dengan dunia legenda para peminum darah ini, tetap saja tak tertarik, tapi setelah aku membacanya, I decide this not an ordinary horror book. It is not about vampire nor horor, but about life, about deciding, about friendship, and about a journey to find ourselves and to be mature.

Buku yang juga tersedia versi manga ini tipe saga yang terdiri atas 12 bagian. Buku 1. Cirque du Freak, tentang awal ke-setengah vampiran-nya si bocah manusia yang bernama Darren. Buku 2. Asisten Vampir, bagaimana si Darrennya harus beradaptasi dengan status barunya sebagai manusia setengah vampir, memilih mempertahankan kemanusiaan atau mati. Buku3. Terowongan Darah. Nah, yang ini cerita tentang pertemuan pertamanya dengan rivalnya vampir, vampaneze. Dari Buku 4 sampai buku 12 tentang petualangannya agar diterima sebagai komunitas vampir dan perburuan mengejar sang penguasa vampaneze (kepanjangan buat di review satu-satu ;)). Dulu sih ( kurang lebih 5 taon lalu) satu buku harganya 28.000 malah pernah didiskon ampe 7.000, kurs rupiah pastinya.. sekarang nggak tahu apa ada cetak ulangnya sama Gramedia. Satu hal yang menurutku cukup unik adalah bagaimana si pengarang menggunakan namanya sendiri sebagai tokoh utama. Saga Darren Shan oleh Darren Shan, how it sound? :). Here some related link:

http://www.darrenshan.com

http://www.gramediapustakautama.com/penulis-detail/34485/Darren-Shan

 

 

Infinitely Yours…(Simple Love Story)

infinitely-yours

When I have finished this book, the first things that come out my mind is…”komik banget!!!” Like before, I`m also not a K-pop lovers, or Korean freak, tapi berhubung aku adalah pencinta manga, jadi this book really makes a sense to me. The reason why I like this book is… perasaan sweet yang muncul dari kisah cinta yang simpel as told by orizuka  di buku ini gimanaaaaa gitu ;)… selain itu penggambaran latar novel ini terasa banget – visiting korea-nya. Kisah cinta yang nggak ribet, nggak lebay, tapi tetap terasa manis, asem and asinnya.

If you interest, here`s the link to official pages of `infinitely yours` writer

http://orizuka.com

and here`s the publisher page

http://www.gagasmedia.net/component/content/article/35-buku-baru/923-infinitely-yours.html

 

A Trip to “Palabuhan Ratu”

 Image

Palabuhan ratu merupakan salah satu daerah pesisir laut selatan Jawa Barat. Legenda Nyai Roro Kidul dengan pantangan baju hijaunya, merupakan salah satu daya tarik yang lumayan berhasil membujukku dan beberapa orang sahabat untuk mengunjungi pantai yang terkenal ini, ala para backpacker. Dari kota Bogor, jarak yang ditempuh menuju daerah ini lumayan jauh, lumayan berliku, dengan cuaca yang lumayan panas. Intinya perjalanan tanpa bus ber-AC, benar-benar akan menjadi perjalanan yang menyiksa.

Sesampainya di kawasan ini, kami malah kebingungan mau ke arah pantai yang mana, ke wilayah mana, dan dengan cara apa. Bermodalkan kejujuran dengan nanya sana sini, kami memutuskan ke pantai daerah Samudera Beach Hotel, yang menurut si empunya petunjuk adalah hotel berbintang yang lumayan terkenal. Pada kenyataannya, bangunan ini memiliki imej yang berbeda dengan imej hotel berbintang yang ada dikepalaku. Sepi, kusam, dan terkesan tertinggal, menambah efek mistis dari pantai yang kami kunjungi ini.
Image

Bagian paling mencurigakan yang menambah perjalanan ini lebih dari sekedar perjalanan biasa diakibatkan pertemuan kami dengan segerombolan orang yang juga mencurigakan terdiri dari aki-aki yang mengingatkanku pada mbah-mbah dalam primbon jawa, wanita yang menggunakan basahan seakan-akan mau mandi (dilihat dari belakang kayak masih usia 20-30-an. tapi dari depan-menurut sahabatku yang sempat bertatapan dengan si wanita saat dia berpaling-keriput seperti usia 60-an), ditambah bau-bauan aneh yang sempat tercium diakhir perjalanan ini, yang otomatis membuat kami langsung berpikir tentang hal yang aneh-aneh dan langsung angkat kaki. Belakangan kami baru sadar kalau kami mengunjungi pantai ini saat bulan baru.

Sekembalinya dari pantai, kami memutuskan untuk mencari makan ditengah terik matahari yang benar-benar membakar ubun-ubun. Dan dengan kepolosan yang sama, topik pantai yang sepi, wisata, dan daerah yang ingin dikunjungi kembali terlontar ke si ibu pemilik warung. Nah, si ibu menyarankan kami ke pantai Karang Hawu, yang tak terlalu jauh dari daerah pantai yang kami kunjungi sebelumnya. Cuma si ibu `lupa` menyebutkan- belakangan juga baru kami ketahui akibat browsing di internet-bahwa daerah pantai itu terdapat dari beberapa makam. Untungnya, karena kelelahan kami memutuskan tidak mengikuti saran si ibu.

Image

Terlepas dari legendanya, keanehannya, panasnya dan sampahnya, pantai Palabuhan Ratu merupakan pantai yang indah, dengan batas tepian cakrawala yang jelas, dan hamparan laut biru yang luas dan menenangkan. Aku membayangkan cantiknya pantai ini  saat matahari tenggelam dan saat matahari muncul.

Image

The speaking words of thought