Darren Shan-er Ever!!!

Aku bukan penggemar cerita horor, but for me, this book include the best book I ever read!! The reason why I like this book that much, karena saat membaca buku ini aku terhanyut terus tenggelam ke dalam dunia fantasi petualangan bocah vampir yang gak bisa tua, si Darren itu. Disamping itu, semakin aku membaca semakin banyak buku ini mempengaruhiku. Bagaimana cara memaknai takdir, tak pernah menyalahkan masa lalu, menghargai persahabatan, bertanggung jawab atas setiap keputusan yang aku ambil, dan tentang memaafkan.Walaupun genrenya buku ini tuh horor, dan saat baca sinopsisnya aku yang sama sekali tidak tertarik dengan dunia legenda para peminum darah ini, tetap saja tak tertarik, tapi setelah aku membacanya, I decide this not an ordinary horror book. It is not about vampire nor horor, but about life, about deciding, about friendship, and about a journey to find ourselves and to be mature.

Buku yang juga tersedia versi manga ini tipe saga yang terdiri atas 12 bagian. Buku 1. Cirque du Freak, tentang awal ke-setengah vampiran-nya si bocah manusia yang bernama Darren. Buku 2. Asisten Vampir, bagaimana si Darrennya harus beradaptasi dengan status barunya sebagai manusia setengah vampir, memilih mempertahankan kemanusiaan atau mati. Buku3. Terowongan Darah. Nah, yang ini cerita tentang pertemuan pertamanya dengan rivalnya vampir, vampaneze. Dari Buku 4 sampai buku 12 tentang petualangannya agar diterima sebagai komunitas vampir dan perburuan mengejar sang penguasa vampaneze (kepanjangan buat di review satu-satu ;)). Dulu sih ( kurang lebih 5 taon lalu) satu buku harganya 28.000 malah pernah didiskon ampe 7.000, kurs rupiah pastinya.. sekarang nggak tahu apa ada cetak ulangnya sama Gramedia. Satu hal yang menurutku cukup unik adalah bagaimana si pengarang menggunakan namanya sendiri sebagai tokoh utama. Saga Darren Shan oleh Darren Shan, how it sound? :). Here some related link:

http://www.darrenshan.com

http://www.gramediapustakautama.com/penulis-detail/34485/Darren-Shan

 

 

Infinitely Yours…(Simple Love Story)

infinitely-yours

When I have finished this book, the first things that come out my mind is…”komik banget!!!” Like before, I`m also not a K-pop lovers, or Korean freak, tapi berhubung aku adalah pencinta manga, jadi this book really makes a sense to me. The reason why I like this book is… perasaan sweet yang muncul dari kisah cinta yang simpel as told by orizuka  di buku ini gimanaaaaa gitu ;)… selain itu penggambaran latar novel ini terasa banget – visiting korea-nya. Kisah cinta yang nggak ribet, nggak lebay, tapi tetap terasa manis, asem and asinnya.

If you interest, here`s the link to official pages of `infinitely yours` writer

http://orizuka.com

and here`s the publisher page

http://www.gagasmedia.net/component/content/article/35-buku-baru/923-infinitely-yours.html

 

A Trip to “Palabuhan Ratu”

 Image

Palabuhan ratu merupakan salah satu daerah pesisir laut selatan Jawa Barat. Legenda Nyai Roro Kidul dengan pantangan baju hijaunya, merupakan salah satu daya tarik yang lumayan berhasil membujukku dan beberapa orang sahabat untuk mengunjungi pantai yang terkenal ini, ala para backpacker. Dari kota Bogor, jarak yang ditempuh menuju daerah ini lumayan jauh, lumayan berliku, dengan cuaca yang lumayan panas. Intinya perjalanan tanpa bus ber-AC, benar-benar akan menjadi perjalanan yang menyiksa.

Sesampainya di kawasan ini, kami malah kebingungan mau ke arah pantai yang mana, ke wilayah mana, dan dengan cara apa. Bermodalkan kejujuran dengan nanya sana sini, kami memutuskan ke pantai daerah Samudera Beach Hotel, yang menurut si empunya petunjuk adalah hotel berbintang yang lumayan terkenal. Pada kenyataannya, bangunan ini memiliki imej yang berbeda dengan imej hotel berbintang yang ada dikepalaku. Sepi, kusam, dan terkesan tertinggal, menambah efek mistis dari pantai yang kami kunjungi ini.
Image

Bagian paling mencurigakan yang menambah perjalanan ini lebih dari sekedar perjalanan biasa diakibatkan pertemuan kami dengan segerombolan orang yang juga mencurigakan terdiri dari aki-aki yang mengingatkanku pada mbah-mbah dalam primbon jawa, wanita yang menggunakan basahan seakan-akan mau mandi (dilihat dari belakang kayak masih usia 20-30-an. tapi dari depan-menurut sahabatku yang sempat bertatapan dengan si wanita saat dia berpaling-keriput seperti usia 60-an), ditambah bau-bauan aneh yang sempat tercium diakhir perjalanan ini, yang otomatis membuat kami langsung berpikir tentang hal yang aneh-aneh dan langsung angkat kaki. Belakangan kami baru sadar kalau kami mengunjungi pantai ini saat bulan baru.

Sekembalinya dari pantai, kami memutuskan untuk mencari makan ditengah terik matahari yang benar-benar membakar ubun-ubun. Dan dengan kepolosan yang sama, topik pantai yang sepi, wisata, dan daerah yang ingin dikunjungi kembali terlontar ke si ibu pemilik warung. Nah, si ibu menyarankan kami ke pantai Karang Hawu, yang tak terlalu jauh dari daerah pantai yang kami kunjungi sebelumnya. Cuma si ibu `lupa` menyebutkan- belakangan juga baru kami ketahui akibat browsing di internet-bahwa daerah pantai itu terdapat dari beberapa makam. Untungnya, karena kelelahan kami memutuskan tidak mengikuti saran si ibu.

Image

Terlepas dari legendanya, keanehannya, panasnya dan sampahnya, pantai Palabuhan Ratu merupakan pantai yang indah, dengan batas tepian cakrawala yang jelas, dan hamparan laut biru yang luas dan menenangkan. Aku membayangkan cantiknya pantai ini  saat matahari tenggelam dan saat matahari muncul.

Image

The speaking words of thought