Birthday Thought

The Eid and the birthday come consecutively. That should to be a happy moment, but it is hard to feel happy when you are far from your family, moneyless, get backbone sick, headache, and so on ^^..

Gw sedih, dari ngebayangin lebaran jauh dari keluarga, hati gw kayak dirobek,diinjek, dihancurkan, ditumbuk, sampai serpihan-serpihannya gak bersisa *alai bin lebai, apalagi benar-benar mengalaminya. Gw gak bisa ketemu orangtua, sholat id bareng, bantu-bantu emak bersih-bersih rumah, makan ketupat bareng, for this first time
L.

And turning **th years old after dat, make it worse.. Gw jadi ngereview hidup gw. There`s much things I wanna do, there`s much dream I wanna hold. At this point, apa yang sudah gw dapet? Apa yang sudah gw berikan untuk orang tua, untuk orang lain…*feel life like a big trash L.

As some friends congrats and wish me a happy birthday… I found my self asking: “Am I Happy?”

And I find out

Yeah, I don`t have an ideal life that I keep picturing in my mind…

I still can`t reach the promising that I have made when I was younger to my older self…

Tapi,

Setidaknya I have a place that I called home, a place where I wanna go back…

Setidaknya there`s still a hope inside my heart that I wanna carrying along…

Setidaknya gw masih diberi kesempatan buat hidup…

Then, I found myself asking again, what I wanna do for the rest of my life?

Maybe I can say “to live happily, to do something useful for universe”

I still don`t have a concrete answer…* How Ababil it sound

Advertisements

The AntiRetroviral Family

As Promised before, here`s the posting, ngelanjutin postingan  HIV a primer for pharmacist

Kali ini  postingannya bakalan theoretical banget alias ngebosenin ><, tapi itulah pengetahuan teman *halah:)

Dari keenam kelas ARV itu, inilah anggota-anggota yang jadi member alias anggota klub ARV:

1. Nucleoside RT Inhibitors a.k.a Penghambat Reverse Transkriptase Nukleosida a.k.a. NRTIs

  • NRTIs ini tuh bekerja dengan dua cara. Pertama, dengan b`kompetisi dengan substrat dari enzim Reverse Transkriptase. Enzim ituh kan protein.. jadi supaya bisa bekerja dia perlu suatu substrat protein juga yang matching, kalau bahasa buku kayak gembok sama kuncinya. Kalau udah match terbukalah si gembok. Nah di sini yang jadi gemboknya tuh si RT, yang jadi anak kuncinya si substrat..kalau ada pesaing si substrat (si NRTIs) maka si gembok gak akan bisa terbuka, enzimnya ga bakalan bekerja, jadi kerja si virus HIV bakalan bisa disuppress. Terus NRTI juga bekerja dengan menggabungkan dirinya dalam DNA si virus, sehingga proses pembentukan rantai DNA tersebut bakalan berhenti.
  • Dalam kelas ini, semua anggotanya `subklub`nya dapat menyebabkan miopati, hepatic steanosis, neuropati sampai asidosis laktat. Asidosis laktat ini adalah kejadian yang masuk medical emergency, jadi pasien yang mengkonsumsi NRTI harus aware sama gejalanya kayak, rasa lemas, nggak nyaman pada perut (nyeri, mual, muntah), susah napas/dyspnea, jantung berdebar (aritmia atau takikardia) dan rasa dingin (terutama pada tungkai).
  • Resistensi silang dilaporkan terjadi pada anggota-anggota `sub-klub` ini. Meaning satu anggota subklub nggak mempan buat pasien, anggota lainnya yang termasuk dalam `subklub` yang sama bakalan bernasib serupa.
  1. Stavudine

    Penggunaan obat ini as ARV di Indonesia sudah pada ditarik and gak disarankan untuk dipakai lagi. Wondering why? You should to search the answer why J. Jadi kalau dapet resep obat ini…Well, labrak aja prescriber dan yang ngasih obatnya ;).*peace dok^^

  2. Emitricitabine

    Pada pasien yang terinfeksi HIV dan hepatitis B, penghentian pemberian obat ini dapat menyebabkan eksaserbasi akut (bangkitan tiba-tiba) dari infeksi si hepatitis B. Jadi fungsi hati harus dimonitor untuk beberapa bulan setelah obat ini dihentikan. Karena obat ini tidak menghambat enzim CYP450, penyesuaian dosis untuk pasien dengan gangguan fungsi hati nggak perlu dilakukan, tapi jika klirens kreatinin kurang dari 50 mL/menit atau pasien butuh untuk didialisis, dosis obatnya harus diturunkan atau interval dosis harus diperlama. Penggunaan obat ini dapat bersama atau tanpa makanan alias terserah mau dimakan kapan. Kategori untuk ibu hamilnya adalah C.

  3. Lamivudine

    Kayak si emitricitabine, penghentian obat inipada pasien yang terinfeksi HIV dan hepatitis B harus diperhatikan. Eliminasi obat ini utamanay adalah di ginjal, jadi penyesuaian dosis untuk pasien dengan gangguan ginjal harus dilakukan. Pada pasien dengan gangguan hati nggak usah pake penyesuaian dosis. Penggunaan obatnya juga dapat bersama atau tanpa makanan. Dikategorikan C juga untuk ibu hamil.

  4. Zidovudine

    Ini adalah sesepuhnya ARV. ARV pertama yang diapprove oleh FDA. Supress sumsum tulang belakang dan miopati pada pasien terkait banget dengan penggunaan obat ini. Penyesuaian dosis harus dilakukan pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal. Penggunaan obatnya juga dapat bersama atau tanpa makanan. Dikategorikan C juga untuk ibu hamil.

  5. Didanosine

    Pada penggunaan obat ini, efek yang mungkin muncul adalah pankreatititis yang terkadang fatal, hipertensi portal nonsirosis dan neuritis optis. Didanosine harus dikonsumsi dalam keadaan perut kosong dan dikategorikan C untuk ibu hamil.

  6. Tenofovir

    Obat ini juga diindikasikan untuk HBV. Mirip dengan emtricitabine dan lamivudine, eksaserbasi akut HBV juga dilaporkan jika pasien berhenti menggunakan tenofovir. Penurunan kepadatan tulang juga dilaporkan pada penggunaan obat ini. Tenofovir tidak dimetabolisme oleh enzim CYP450, tapi penyesuaian dosis harus dilakukan pada pasien dengan gangguan ginjal sedang sampai berat. Penggunaan obatnya juga dapat bersama atau tanpa makanan. Dikategorikan B untuk ibu hamil.

  7. Abacavir

    Obat ini, dikaitkan dengan reaksi hipersensitivitas yang serius dan terkadang fatal. Reaksi ini terkait erat dengan bawaan genetic. Jika reaksi hipersensitivitas muncul, obat harus dihentikan, dan tidak boleh diberikan lagi. Abacavir dikontraindikasikan pada gangguan hati sedang sampai berat dan pasien dengan gangguan ginjal harus disesuaikan dosisnya. Abacavir dapat digunakan bersama atau tanpa makanan dan dikategorikan C untuk ibu hamil.

2. Nonnucleoside RT Inhibitors a.k.a Penghambat Reverse Transkriptase Nonnukleosida a.k.a NNRTIs

  • Si NNRTIs juga terikat dengan RT tapi gak kompetitif, jadi tempat kerjanya berbeda dengan si `subklub`NRTIs`.
  • NNRTIs dimetabolisme oleh enzim sitokrom oksidase CYP3A, jadi kebanyakan obat lain yang kebetulan digunakan bersamaan dengan obat ini, harus dengan caution atau dihindari sama sekali. Contohnya: clarithromycin, azole antifungals, calcium channel blockers tertentu , certain antiarrythmics, warfarin, hydroxymethyl glutaryl coenzyme inhibitors, rifabutin, rifampin, certain immunosuppressants, phosphodiesterase type 5 inhibitors, and ethinyl estradiol. Intinya, si farmasis harus ngereview masing masing resep untuk mengevaluasi interaksi obat yang mungkin terjadi.
  • Efek samping serius yang kadang fatal dengan NNRTIs adalah reaksi kulit (kayak alergi)
  • Secara keseluruhan Toksisitas NNRTIs lebih sedikit dibandingkan NRTIs
  • Resistensi NNRTIs berkembang pesat, tapi dapat diperlambat jika digunakan bersamaan dengan NRTIs
  • Resistensi silang juga dilaporkan terjadi pada anggota `subklub` ini.
  1. Etavirine

    Neuropati perier dilaporkan terkait penggunaan obat ini. Pada pasien dengan gangguan hati ringan sampai sedang dan pada pasien dengan gangguan ginjal tak perlu dilakukan penyesuaian dosis. Obat ini harus dikonsumsi setelah makan dan dikategorikan B untuk ibu hamil.

  2. Delaviridine

    Penggunaan obatnya juga dapat bersama atau tanpa makanan. Dikategorikan C untuk ibu hamil.

  3. Efavirenz

    Depresi berat, keinginan bunuh diri, dan gejala sistem nerve kayak pusing, insomnia, sulit untuk berkonsentrasi, kebingungan, mimpi aneh, halusinasi mungkin muncul dalam 1-2 hari terapi dimulai dan biasanya hilang dalam 2-4 minggu. Jadi penggunaan obat disarankan saat akan tidur untuk meringankan gejala ini. Penggunaan efavirenz dilaporkan juga menimbulkan hepatotoksisitas, konvulsi, dan hiperlipidemia. Obat ini harus dikonsumsi dalam perut kosong. Kategori untuk ibu hamilnya adalah D.

  4. Nevirapine

    Heaptotoksisitas yang terkadan fatal dilaporkan pada pasien yang menggunakan obat ini. Jika hal ini terjadi penggunaannya harus dihentikan dan tidak boleh digunakan lagi. Nevirapine dikontraindikasikan pada pasien dengan gangguan hati sedang sampai berat. Tak perlu penyesuain dosis pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Nevirapine dapat dikonsumsi tanpa ada pengaruh makanan. Kategori untuk ibu hamil adalah B.

3. Protease Inhibitors a.k.a Penghambat Protease a.k.a PIs

  • Obat kelas ini terikat dengan enzim protease si virus pada fase akhir replikasi dalam satu siklus hidup si virus. Jadi menghambat kematangan si virion.
  • Anggota kelas PIs berpotensi menyebabkan hiperglikemia,hiperlipidemia, dan ruam kulit serius (yang terkadang fatal). Pasien mungkin mengalami diabetes mellitus, atau pada pasien yang sudah DM, kehilangan control gula . Penggunaan obat ini, dilaporkan juga mengakibatkan pendarahan spontan pada pasien hemophilia dan kebanyakan PIs menyebabkan hepatitis.
  • PIs terutama dimetabolisme via CYP3A, kayak NRTIs. Jadi reaksi obat antara dua kelas ini kadang-kadang mirip
  • Interaksi obat PIs yang spesifik juga ada dilaporkan.
    • Amprenavir

      Amprenavir adalah golongan sulfa. Kapsulnya mengandung vitamin E jadi pasien harus diiinformasiin untuk tidak mengkonsumsi suplemen vitamin E selama penggunaan obat ini. Amprenavir dapat diberikan bersama dengan atau tanpa makanan, asalkan tisak dikonsumsi dengan makanan berlemak tinggi. Kategori obat untuk kehamilannya C.

    • Tipranavir

      Obat ini juga golongan sulfonamide dan mengandung vitamin E juga. Efek sampingnya antara lain pendarahan intracranial yang terkadang fatal dan terkadang tidak fatal. Dianjurkan untuk tidak diberikan pada penderita infeksi HIV yang masih baru. Biasanya digunakan pada pasien yang terinfeksi oleh strains yang resisten terhadap satu atau lebih PI lainnya. Obat ini dapat digunakan bersamaan atau tanpa makanan. Kategori obat untuk kehamilannya C.

    • Indinavir

      Efeknya antara lain anemia hemolitik yang terkadang fatal, nefrolitiasis, hiperbilirubinemia, dan nefritis interstitial. Obat ini harus dikonsumsi dalam perut kosong. Kategori obat untuk kehamilannya C juga.

    • Saquinavir

      Saquinavirtak boleh diberikan dalam 2 jam setelah makan dan kategorinya untuk ibu hamil ialah B.

    • Fosamprenavir, Darunavir, Atazanavir

      Harus digunakan bersama makanan dan kategorinya untuk kehamilan adalah C

    • Fosamprenavir

      Dilaporkan menyebabkan anemia hemolitik dan nefrolitiasis. Tabletnya dapat diberikan dengan atau tanpa makanan, tapi suspense oralnya harus digunakan bersama makanan pada anak, dan tanpa makanan pada orang dewasa. Ketegorinya C juga.

    • Ritonavir, Nelfinavir

      Digunakan bersama makanan dan masuk kategori B untuk ibu hamil, Ritonavir harus ditelan utuh, tidak boleh dikunyah atau dihancurkan.

4. Fusion Inhibitors : Enfuvirtide

Obat ini menghambat fusi HIV1 dengan mengikat glikoprotein41 si virus, sehingga virus tak bisa `masuk` ke dalam sel. Obat ini diinjeksikan secara subkutan dua kali sehari. Tempat alias site injeksinya harus dirotasikan tiap kali penyuntikan*ribet. Obat ini tidak menghambat CYP450 dan tidak perlu penyesuaian dosis untuk gangguan hati maupun ginjal. Kategorinya C untuk ibu hamil

5. Entry Inhibitors : Maraviroc

Bekerja dengan menghambat koreseptor kemokin CCR5. Fase tropism perlu dievaluasi untuk tahu apa obat ini akan berguna atau tidak. Dilaoprkan muncul reaksi alergi selama penggunaannya, demikian juga peningkatan resiko infark miokard dan iskemia. Obat ini merupakan substrat CYP3A, jadi berpotensi untuk terjadi interaksi pada obat yang dimetabolisme dengan cara yang sama. Dapat digunakan dengan atau tanpa makanan dan kategorinya untuk kehamilan C.

6. Integrase Strand Transfer Inhibitors : Raltegravir

Obat yang paling baru diaaprove oleh FDA pada Oktober 2007, bekerja dengan menghambat enzim integrase, sehingga DNA mustahil untuk`nyelip` pada genome sel host. . Dapat digunakan dengan atau tanpa makanan dan kategorinya untuk kehamilan C.

Banyak yah? Yang ada di Indonesia yang mana aja tuh? Di subsidi atau nggak sama pemerintah? Hope I can give you an answer later ^^.

Dirgahayu Indonesia.. Satu-satunya Tanah Airku..

Hari ini, saat bendera merah putih berkibar di depan rumah-rumah penduduk, gw liat ibu-ibu menggendong anaknya, minta-minta dari rumah ke rumah. As gw naik angkot, gw melihat kibaran bendera berkelebat yang kemudian tertutup oleh pengamen kecil yang tiba-tiba naik angkot dan nyodorin amplop. Saat gw nyampe di pusat kota, gw disambut sama bau dan timbunan sampah dengan posisi yang masih bisa gw liat tiang bendera.. I wonder, bagaimana perasaan para pejuang kemerdekaan dulu melihat tanah airnya sekarang…

Terkadang gw merasa bersalah dengan pejuang kemerdekaan dulu. Karena perjuangan mereka, gw lahir, besar, dikasih makan dari beras yang tumbuh dari suatu negara yang keberadaannya diakui, yang hak-hak gw sebagai manusia masih dihargai dan diperjuangkan.*Gw bandingkan dengan  penduduk Rohingya, atau Palestina. This country give me a lot and the independence also give mean a lot for me. Negara gw sudah ngasih gw banyak, saat gw gak bisa ngasih apa-apa untuk negara gw *nasionalisme tingkat maksimal. I said I love this country, but I can only watch and grieve when I heard about corruption, illegal logging, ekonomi dan pendidikan yang tidak merata, belom lagi masalah sosial dan lingkungannya.. Semua hal yang gw keluhkan itu tuh kan akibat budaya individu yang idup di negara gw (termasuk gw sendiri), tapi yang bawa nama buruk, nanggung the worst impact tuh kan negara..#renungan17Agustus

Anti Retroviral Therapy… A Primer for Pharmacists (Katanya….:))

Ngelanjutin posting sebelumnya :

https://azhoma.wordpress.com/2012/06/28/hiv-infectionaids-just-an-little-overview/

Ditambahin dengan terapinya a.k.a obatnya buat infeksi HIV AIDS.

But before started, maybe you guess why ART and HIV become a primer knowledge that must known by pharmacist. Let me try to answer:

Rada-rada kompleks and susah to explain siyy..

  • Pertama tuh, biasanya pasien HIV AIDS ke RS/klinik dan nyari dokter atau praktisi kesehatan itu ga selalu karena gejala infeksi HIV-nya tapi karena infeksi opurtunistiknya (dan list infeksi opurtunistik ini banyak, jadi list obatnya juga banyaaak banget). Nah, untuk ngatasin penyakit akibat infeksi opurtunistik ini harus pas regimen obat/antibiotik-nya, secara pasien sistem imunnya sudah lemah (also known as immuno compromised host/imunno compromised patient)..jadi regimen obat yang ‘biasa’ (ampuh untuk pasien yang sistem imun tubuhnya masih bagus) belum tahu mempan buat pasien ini. Apalagi jika pasien menggunakan ARV, maka obat untuk infeksi opurtunistiknya nggak boleh ‘mengganggu’ kerja ARV demikian juga sebaliknya, obat untuk infeksi opurtunistiknya gak boleh ‘diganggu’ kerjaannya oleh si ARV. Puyeng tuh mikirinnya..
  • Kalau emang tujuannya untuk treat infeksi HIV-nya, we should know when to start, mempertimbangkan regimen ART yang tepat, memperhatikan efek samping ART yang rada sering dan ada yang berstatus medical emergency and shoud know when to stop, ngelanjutin atau mengganti regimen obatnya, mempertimbangkan ekonomi pasien yang berpengaruh sama kepatuhan pasien. Secara,, terapi ART ini sifatnya long treatment dan nggak murah dan-the most important things-keberhasilan terapi ini tergantung banget sama kepatuhan pasien.

Again, nge-review lagi, tujuan terapi, alias tujuan ngasih obat, alias tujuan ngasih ART, untuk pasien yang terinfeksi HIV AIDS

Yang di-underlined here, obat itu nggak selalu punya power untuk menyembuhkan. As in this case.  Terapi anti retroviral tujuannya bukan untuk membunuh dan memberantas semua virus HIV dari tubuh si pasien, ataupun membuat gejala AIDS gak pernah muncul. Tujuan utama pasien yang terinfeksi HIV di terapi adalah untuk memperbaiki atau memperkuat sistem imun tubuh, sehingga mencegah infeksi opurtunistic yang mungkin muncul dan mengancam jiwa pasien.

Bagaimana seseorang tahu terapi dengan ARV yang dikonsumsinya efektif atau tidak?

Untuk memonitor atau mengevaluasi infeksi HIV digunakan dua penanda (markers)

  • Hitung sel CD4 (jumlah sel CD4 per mikroliter plasma). Nilai yang semakin kecil menandakan jumlah sel CD4 yang semakin sedikit di dalam tubuh. Nilai hitung sel CD4 merupakan ukuran seberapa jauh infeksi HIV telah mempengaruhi sitem imun tubuh. Tingkatan (Stage) infeksi HIV juga diklasifikasikan atas hitung CD4.
  1. stage 1. Jika hitung CD4 besar sama dengan 500/mcL atau pasien tidak mengalami kondisi imunodefisiensi (AIDS).
  2. stage 2. Jika hitung CD4 antara 200-499/mcL atau belum ditemui kondisi imunodefisiensi (AIDS)
  3. stage 3. Jika hitung CD4 dibawah 200/mcL atau kondisi imunodefisiensi sudah kelihatan.
  4. stage unknown. jika tidak ada info tentang jumlah sel CD4

* as note: tidak ditemui kondisi imunodefisiensi artinya pasien kelihatan sehat-sehat saja, gak ada gejala dapet infeksi opurtunistik.

Selama terapi dengan ART, hitung CD4 yang digunakan untuk memantau apakah obat bekerja atau tidak. Peningkatan sel CD4 50 sampai 150 per mm kubik per tahun artinya respon pasien terhadap regimen yang diberikan cukup baik. Hitung sel CD4 ini harus rutin dilakukan setiap 3-4 bulan .

  •  Viral load (jumlah virus dalam darah: jumlah RNA HIV per mL plasma) memberikan informasi bagaimana respon si HIV terhadap ART. Idealnya viral load ini dibawah limit deteksi, artinya walaupun HIV ada dalam tubuh, tapi kalau ‘dicari’ gak kelihatan karena jumlahnya sedikit dan gak bisa dideteksi oleh alat/metoda yang kita pakai.

As there are 4 ARV`s mechanism of action, the ARVs available in 6 classes

  1. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTIs)
  2. Nonnucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTIs)
  3. Protease Inhibitors (PIs)
  4. Fusion Inhibitor
  5. An entry Inhibitors
  6. An Integrase Strand Transfer Inhibitor

Prinsip terapinya: Obat yang diberikan harus lebih dari satu zat aktif.

Wanna check one by one? Bagaimana  memilih ART dan memulai ART? Maybe in the next posting :). But kalau gak sabar, refer the link below :

http://www.uspharmacist.com/continuing_education/ceviewtest/lessonid/106864/

No.1 poll of 100 best young adults Novel: Harry Potter! Congrats!!!

Banget ya…pesona Mas Harry ini..

Here`s the link a.k.a sumber inponya

http://shelf-life.ew.com/2012/08/08/harry-potter-tops-best-young-adult-novel-list-npr/

1. Harry Potter by J.K. Rowling

Setuju kalau ini is the best young adults novel that I ever read! ;). Udah banyak banget tuh award buat novel yang satu ini. Nothing else have to say.

2. The Hunger Games

Battle Royale..I had watched this j-movie first before I known the book and the film of Hunger Games, yang inti ceritanya rada-rada mirip.

3.To Kill a Mocking Bird by Harper Lee

To be honest I never read it completely before.*padahal udah cetak ulang berapa kali ya?. Paling nyuri-nyuri baca beberapa halaman dari buku yang sampulnya udah sobek di toko buku.Hehehe.;)  I guess I just don`t have the heart to stand nggak pake crying read this kind of book * Lebaiiy 🙂 that tell us what the impact being differences-in this cases-in races. I hate this topic. But it is real.

The Lord of the Ring-nya J.R.R Tolkins juga masuk kategori 10 besar di poll ini..* Alur ceritanya memang seru yak?, but when I read it as I was still a high school student that kinda boring for me :). The way he tell itu tu loh…*yah namanya juga klasik..

Dan *ini gw setuju banget nih… Twilight saga, gak masuk 10 besar.. Maap buat penggemar cerita cinta vampir Edward and Bella, I have to tell, subjectively, I really don`t like this book..dan jarang banget gw nemu cewek seumuran yang sependapat sama gw soal ini..Hehehee…

The (Subjectively)Thought About Human Right- About Rohingya

Belakangan ini,media televisi heboh memberitakan tentang masyarakat Rohingya yang mengungsi di Sumatera Utara. Karena penasaran I keep searching and keep abreast of it news. Dan sulit rasanya untuk percaya bahwa sesama manusia memperlakukan manusia lain tidak manusiawi. Bukannya kita semua punya hak yang sama yang dibawa sejak lahir ? We are all human, rite? Apakah sebegitu susahnya menghargai yang namanya HAM itu? 😦

Dulu waktu masih ABeGe labil aku pernah  mempertanyakan keberadaanku, bertanya apakah ada yang menginginkan keberadaanku? What mean my existence? Aku membayangkan bagaimana jika aku menjadi salah satu masyarakat Rohingya yang stated as “the most persecuted minorities in the world” and “the world’s least wanted”.I just can`t believe,.. but world isn`t an utopis place..buktinya perang masih ada padahal dimana-mana kampanye tentang perdamaian digaungkan. HAM dilanggar dimana-mana. I mean, hidup emang ga mudah, kita harus berjuang  mungkin mengatasi bencana alam, meraih mimpi kita, tapi sebagai sesama manusia, yang punya perasaan, haruskah kita mendatangkan kesulitan dan kesusahan hidup bagi orang lain yang sama manusianya seperti kita? Padahal tanpa kita nambah-nambahin kesulitan orang lain dengan melanggar HAM orang itu, hidup belum tahu mudah buat mereka…

I realize.. Although life is hard-sometimes harder than we thought- but life is too worth to waste. Life is about facing tomorrow bravely, keeping the hopes still go on. Life is about fighting for our existence.  Karena hidup itu adalah hak setiap manusia, dan hak itu adalah sesuatu yang harus diperjuangkan..no matter what..

The Boy Sherlock Holmes_Versi Remajanya si Detektif Terkenal.

Siapa yang nggak kenal Sherlock Holmes?

Ada gitu??

Sungguh terlalu…

Tokoh fiktif yang lahir dari ide Sir Arthur Conan Doyle ini adalah legendanya dunia perdetektifan.

This book include the best book I ever read!! Mulai dari gaya bercerita, karakter tokoh-tokoh yang terlibat, sampai alur ceritanya… Well,I dunno how to describe it^^… Memuaskan? Pastilah. Unik? Iya.. Pokoknya buat aku yang juga pencinta novel detektif, dialah detektif terwahid dari yang wahid.  Komplet dari segala segi lah.

Saking terkenalnya si detektif ini, walaupun Sir Arthur Conan Doyle sudah tak bisa lagi melanjutkan kisah sang detektif, tapi tokohnya sering di`hidupkan` kembali oleh pengarang-pengarang lain. Sejauh ini, subjectively, kagak ada yang bisa bikin Holmes itu tuh se~Holmes~nya Conan Doyle.

Termasuk versi Holmes remaja yang digambarkan oleh Shane Peacock ini.

As yang digambarkan oleh Sir Arthur Conan Doyle, sosok Holmes ini tuh adalah sosok yang misterius, emotion-less. Secara dia digambarkan jenius, karakternya terang aja beda dengan orang kebanyakan. Eksentrik. jadi wajar aja kan kalau pencinta tokoh ini bertanya-tanya gimana yah si Holmes menjalani kehidupannya sebelum jadi detektif? Bagaimana dengan orang tuanya? Like  when you fall with someone, you will wanna know him/her better, rite? ^^. You would like to know her/his past,wouldn`t you? Kayaknya Mas Shane Peacock dari Ontario ini bermaksud `mengentaskan`  keingintahuan para pencinta Sherlock Holmes terhadap masa lalu penuh misteri si detektif terkenal. Siapa orang tuanya? Bagaimana ia melewati masa remajanya? Sekalian mas Shane `meracik` cerita detektif dengan tokoh utama seorang remaja tanggung.

And my conclusion…

I still like Mr. Sherlock Holmes with his mysterious path..

Lagipula aku tuh tidak bisa membayangkan Sherlock Holmes remaja yang emosional dan bertindak hanya pakai feeling.

Penghargaan yang diperoleh Mas Shane atas buku ini cukup banyak, antara lain:

  • Booklist Top Ten Young Mysteries
  • Pemenang Arthur Ellis Award for Juvenile Crime Fiction
  • Pemenang Medali Emas dalam Penghargaan Foreward Megazine`s Book of the Year
  • Pemenang Penghargaan IODE`s Violet Downey Book

But I mostly like Chloe as teenager detective than the teen Holmes 🙂

The speaking words of thought