Category Archives: Pharmacist Zone

The Silver Lining

 

Asosiasi istilah schizophrenia dengan psychological disorder pertama kali saya kenal saat kuliah. Dalam bayangan saya saat itu, gelandangan dengan tingkah yang aneh dan menyeramkan yang harus selalu dihindari ialah penderita schizophrenia. Penderita schizophrenia hanyalah konotasi manis untuk orang gila, dengan sesuatu yang salah pada diri mereka yang membuat mereka menjadi mengerikan sekaligus menyedihkan. Mereka ialah manusia tidak normal yang tidak akan mengerti pikiran manusia yang waras. Dalam pikiran saya, stigma itu ada, hidup, dan bernafas.

Sekarang, saya sungguh malu karena perspektif saya tersebut. Saya telah membangun pikiran negatif –menghakimi- tentang sesuatu yang saya tidak benar benar mengerti. Have a psychological disorder doesn’t make someone less human than anybody. They maybe different but somehow the difference make people as someone.

Melihat yang tidak bisa orang lain lihat, mendengar apa yang tidak orang lain dengar, memikirkan sesuatu yang mungkin tidak akan dipikirkan orang lain pikir, as they said the positive syndrome in schizophrenia, mungkin tidak masuk akal dan tidak berdasar, namun yang pasti apa yang mereka dengar, lihat, dan pikir ialah kenyataan yang diterjemahkan oleh sistem syaraf manusia. Terlihat sama nyatanya dengan apa yang disampaikan indra manusia lain oleh otak yang kemudian diamini sebagai kenyataan universal. Begitupun sindrom negative seperti depresi dan isolasi bukanlah hal yang dianggap tidak biasa. Penderita schizophrenia mengalaminya jauh lebih intens dibanding yang lain. Gejalanya bukanlah hal yang bisa disembuhkan atau ditiadakan begitu saja, namun efek negative dari gejala tersebut dapat diusahakan untuk dikendalikan dengan bantuan antipsychotic secara regular.

schizophrenia_brain_large

Hidup dengan penyakit ini mungkin tidak membuat hidup seseorang-  pasien, keluarga, orang orang di sekitarnya- jauh lebih mudah namun dengan melekatkan stigma negatif pada penyakit ini ialah salah. Schizophrenia harus dilihat sebagaimana adanya: sebagai gangguan psikologis. Psikologis yang bermasalah tidak membuat seseorang kehilangan kapabilitas untuk memiliki harapan, untuk berguna bagi orang lain, untuk mencintai, untuk memiliki hidup yang penuh dan bermakna. Tidak membuat  seorang kehilangan kebutuhan untuk dihargai, untuk dilindungi, ataupun untuk dicintai. People with schizophrenia –and any psychological disorder- may be not normal but also as normal as human could be.

silver-linings-playbook

 

PS: Though about this during a reconciliation with one of the best person I ever known

 

Fakta fakta Menarik tentang DNA (part 2)

                                    Helix Bridge di Singapura terinspirasi dari karakteristik DNA

Baru baru ini saya iseng – iseng mengikuti kursus online out of the blue mengenai genetika. Imbasnya kepikiran lagi dengan postingan part I tentang DNA sehingga saya ingin melanjutkan postingan dengan judul serupa.

Berikut fakta tentang DNA yang membuat saya tertarik :

  1. Setiap sel di tubuh satu individu punya DNA yang sama.

Jadi DNA pada sel syaraf pada abang A akan persis sama dengan DNA pada sel darah putih. Dengan pengecualian sel haploid gamete setelah gametogenesis (dimana kromosom pada sel ini tidak berpasangan ), setiap sel di individu yang sama akan punya 23 pasang kromosom dengan DNA yang sama juga.

Nah, Kenapa dengan DNA sebagai ‘materi’ atau ‘otak’ yang sama pada setiap sel di tubuh manusia bisa ‘mengkodekan’ bermacam macam sel dengan fungsi dan bentuk yang berbeda?

Karena sel yang berbeda punya protein yang berbeda juga walaupun DNA nya sama. Hal ini terjadi akibat pengaktifan dan penonaktifan ‘urutan’ DNA pada sel yang berbeda dalam suatu proses yang dikenal dengan istilah Differentiation (diferensiasi kalau dibahasa Indonesiakan).

Disamping itu ada Gene Expression. Gene Expression ialah proses yang menentukan instruksi yang mana yang akan menghasilkan produk dari suatu gen.

Perbedaan Differentiation dan Gene Expression

Istilah Differentiation terfokus pada perbedaan sel yang terbentuk akibat proses pengaktifan dan penonaktifan ‘urutan’ DNA. Sedangkan Gene Expression terfokus pada hasil dari transkripsi tRNA. Dua proses ini mungkin saling mempengaruhi. Salah satu hipotesa menyatakan kalau Diferentiation muncul akibat Gene Expression.

  1. DNA pada manusia 99.9% sama satu dengan yang lainnya.

Jadi kita mengenal istilah genome yaitu satu set DNA yang mencirikan satu jenis makhluk hidup. Genome manusia ialah 23 pasang kromosom . setiap sel manusia punya 23 pasang kromosom, dengan panjang DNA-nya sekitar 2 m per sel. Satu DNA haploid memiliki kurang lebih 3 miliar nukleotida dengan 22,500 gen yang mampu mengkodekan hampir 10 kali lipat protein.

Dibedakan lagi untuk istilah dibawah yak :

Kromosom : tampilan dan struktur DNA yang terorganisir

DNA : kumpulan basa deoksinukleotida yang terdiri dari gen, promotor dan enhancer.

Gen : urutan khusus sebagai bagian dari DNA yang mengkodekan fungsi dan membawa karakter genetic

Genome : Satu set DNA pada makhluk hidup yang sama

Kenapa dengan 99.9 % DNA yang sama kita bisa unik sebagai individu?

Selain punya 0.1 % DNA yang berbeda, ekspresi genetika (gene expression) juga dipengaruhi oleh beberapa regulasi, sehingga kita mengenal istilah epigenetic yaitu ilmu yang mempelajari perubahan pada ekspresi genetik walaupun tidak ada perubahan pada DNA. Beberapa cara kenapa hal ini memungkinkan untuk terjadi antara lain dengan

  1. Metilasi : Struktur DNA ‘diikat’ dengan gugus metil
  2. Mempengaruhi tingkat transkripsi (dengan melibatkan promotor, enhancer, atau activator)

Kenapa DNA sangat menarik untuk dipelajari? Sampai setiap basa yang 3 miliar itu dipetakan oleh para ilmuwan? Alasan untuk hal tersebut mungkin akan dibahas pada ‘curhatan’ di postingan selanjutnya.

PS : Tulisan ini tidak bisa dijadikan sebagai dasar ilmiah namun dibuat semata untuk mengulang dan mendiskusikan berbagai persepsi tentang DNA.

Statistical Process Control – Overview

Tema tugas khusus saya dulu nih, dimana saya belajar marathon modul kuliahannya anak teknik industri *just intro*..

Statistical process control ialah suatu prosedur pengawasan mutu yang bertujuan memonitor proses produksi sehingga jika terjadi variasi yang bermakna (dan memungkinkan dihasilkan produk di bawah standar) dapat dideteksi. SPC memanfaatkan ilmu statistik untuk tujuan ini.

Bagaimana aplikasi SPC di lapangan?

Saat kita memilih untuk melakukan improvement di lapangan dengan menerapkan prosedur SPC langkah-langkah yang harus kita ambil antara lain:
1. Koleksi data. Pengambilan data harus berulang, tidak boleh tunggal. Data yang diambil harus valid dan bersifat representatif.
2. Menyajikan data yang diperoleh dalam control chart (dipermudah dengan keberadaan software)
Titik kritis untuk penyajian data ini yang perlu diperhatikan:
*mengetahui jenis data : kualitatif atau kuantitatif
*mengetahui sebaran data: data terdistribusi normal atau tidak
*menetapkan batas spesifikasi
*memilih tipe control chart dalam penyajian data
3. Menarik kesimpulan dari penyajian data dari control chart. Buat saya pribadi, bagian ini tahapan yang paling sulit. Tampilan data tidak cuma sekedar memperlihatkan proses terkontrol atau tidak, tapi juga memberikan informasi tentang variabilitas data, apakah variabilitas yang timbul wajar atau tidak. Disamping itu, dari tampilan data dapat diperoleh info mengenai kapabilitas proses. Sehingga dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ” apakah proses yang berlangsung menjamin produk yang dihasilkan memenuhi kualitas yang ditetapkan secara konsisten dan berkesinambungan?”. Konsistensi penting untuk menjamin kualitas dan mengurangi jumlah waste baik berupa uang, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan selama proses.
Control chart merupakan bukti yang kredibel dalam menarik kesimpulan dan dasar yang valid dalam mengajukan tindakan perbaikan.

Secara sederhana SPC merupakan tindakan pengumpulan bukti, proses monitoring, sekaligus analisa root cause thd suatu proses. Proses perbaikan atau improvement tetap dieksekusi oleh kegiatan yang dilakukan.

Lingkup penggunaan SPC sangat luas, hampir semua industri manufacture dapat mengadaptasi ilmu ini, termasuk industri farmasi (tempat perkenalan pertama saya dengan ilmu ini:))

The Disease Perspective

Sometimes we couldn’t accept what happen in our lives just by its existence. People tend to search for a purpose, want to questioning what’s the meaning under a circumstance. Such curiosity about being a human.

And same things happened when we talk about disease.

When we asking about why we got ail, we got virus, immunity, DNA, life style involved within. From scientific perspective. Some people who not satisfied enough still, asking, why that virus had to attack our body, and so on. Looking for answer from another sight, whatever logical reason you put there. Disease for human is more than low immunity, abnormal cell, or microorganism invasion but also social and cultural. More than just why we sick but also how and then.

A friends of mine told me this: when we got sick, that’s a cautionary measure from God about our life style that we should to improve. When we got chronic disease maybe that’s the way to lead us more closer to God.
Not a bad though, I guess. Dealing with disease never been easy, but when we have a positive thought, make everything more bearable. Our though always responsible for every action that we would take.

Among the positive mindset that we put about a disease, there’s always a contrary perception. Bad paradigm stick with some disease. For example are patient (and also their family) with HIV AIDS or epilepsy. They suffer from negative thought that come as additive through the disease. Those issues more than just virus interfere your DNA coding or abnormal electrical charge in your neuron. The way you choose to live your life, who your parent are, also indirectly questioning. Almost. Sometimes it is harder to overcome than disease itself. You should deal with how people set in their mind about the disease and how they react based on those thought.

Although health practitioner need to see a disease as a disease: just a conditional of ail, it is almost impossible for human to erase the though that stuck with any of that. Not fair. Not right. Just real. But, we could change it. Rather than erase a perspective, why can’t we just see through another point of view? Rather than see not curable disease as punishment why couldn’t we think that as any forms to learn about more and more. Rather than see that as a border why can’t we set this as challenge to pass through?? Maybe we can’t through a major change but why can’t we only try??

Picture taken here

DNA, Heredity, Regenerasi and Gamette

Jadi, kemaren temen gw yang mau nikah bilang gini “gw mau langsung punya anak abis nikah, trus maunya anak pertama itu cowok. Gimana ya triknya?” Trus beberapa hari sebelumnya, temen gw yang udah nikah tapi belom punya anak nanya tanpa tedeng aling aling ” eh mu, waktu subur cewek biar dapat anak itu kapan yah?” apa tampang gw segitu omesnya sehingga suka ditanyain yang beginian :p)

Anyway, berhubung gw masih rada kepo soal DNA, dan DNA merupakan material mendasar sel penyusun tubuh kita sebagai manusia yang juga bertanggung jawab untuk penurunan sifat dari satu manusia ke manusia lain dan penurunan sifat ini terjadi akibat penggabungan DNA sel cowok dan cewek, jadilah persoalan hereditas antar individu ini gw masukkan dalam to know list gw dan mulailah gw riset soal ini #eaa.

Setelah kembali buka buku biologi dan googling sana sini inilah hasil riset-karena-kepo itu…

Di postingan sebelumnya as we know, manusia punya 23 pasang kromosom (diploid). Saat terjadi regenerasi sel tubuh (kecuali sel gamette) ke 23 pasang kromosom ini akan mengalami replikasi alias mengcopy persis sama dengan kromosom awal. Sehingga muncullah sel baru dengan kromosom yang sama dengan kromosom sebelumnya. Proses ini di buku biologi dinamain mitosis.
Mitosis merupakan cara replikasi untuk semua sel tubuh kecuali sel gamette.

video tentang mitosis (copy dari youtube)

Apaan tuh sel gamet?

Hmm, kalau istilah ini dibikin gampang, sel gamet itu merupakan sel khas cowok dan cewek. Yup sel gamette ialah sel telur dan sel sperma, yang bertanggung jawab dalam regenerasi manusia dan beberapa makhluk hidup yang bereproduksi secara seksual lainnya. Uniknya, sel former alias bahan baku untuk sel gamet ini punya 46 kromosom namun hasil akhir replikasinya akan menghasilkan sel dengan 23 kromosom (haploid). Proses replikasinya, dibuku buku biologi dikenal dengan miosis.

video tentang miosis

Apa peranan kromosom dengan regenerasi manusia?
Jika sel ovum dan sel sperma dengan 23 kromosom ini bergabung terbentuklah zigot yang sudah komplit dengan 46 kromosomnya (istilahnya fertilisasi atau konsepsi). Dan voila, muncullah individu baru di dunia ini yang sudah memiliki sel dengan 46 kromosom as human. Karena 46 kromosom ini merupakan gabungan dari kromosom 2 individu berbeda, maka individu baru ini akan memiliki fenotipe (sifat dan karakter yang terlihat oleh indra) yang merupakan gabungan juga dari keduanya.

Peranan kromosom sel gamette dalam menentukan jenis kelamin apaan sih?
Secara genetika, satu hal mendasar yang membedakan manusia cewek dan cowok itu cuma satu kromosom. Pada cewek sel tubuhnya selain 22 pasang autosom terdapat 1 pasang kromosom XX, sedangkan pada cowok sel tubuhnya juga memiliki 22 pasang autosom plus 1 pasang kromosom XY. Saat miosis tejadi, kromosom pada sel yang awalnya berpasangan membentuk 4 sel baru dengan kromosom tidak berpasangan. Pada sel cewek (ovum), tentu saja ga ada kemungkinan kromosom sex yang XX bakalan menjadi kromosom Y, tapi pada sel cowok sel baru yang muncul bisa jadi kromosom X atau bisa jadi kromosom Y, hal inilah yang menentukan apakah generasi yang baru ini bakalan jadi cewek atau jadi cowok.

Comeback to pertanyaan yang menginspirasi gw untuk bikin postingan ini, walau agak agak menyimpang dari topik umum, tapi ga ada salahnya lah ya gw include di postingan ini juga. Pertama, is there any trick untuk “merancang”  anak jadi cowok atau cewek? Sejauh ini tentu saja ga ada, walaupun proses yang menentukan jadi  cewek atau cowok itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Terus second question waktu subur cewek agar pas intercoursenya bisa menghasilkan anak kapan sih? Well, secara ilmiah, waktu subur ini bisa dibilang saat ovulasi, dari 28 hari siklus menstruasi normal, sekitar pertengahan siklus atau hari ke 14 dan itungan intercoursenya pada hari ke 2 sebelum atau sehari sesudah ovulasi (berdasarkan hitung-hitungan ketahanan sel sperma di uterus, hehehe)

sumber linknya ke sini, sini, atau sini ye…

semoga bermanfaat

Obat Bebas as First Aid untuk Diare dan Demam pada Bayi dan Anak

Baru-baru ini dikantor gw ada yang kehilangan bayi yang usianya baru 10 bulan. This baby pass away because of dehydration :(, after experience diarrhea a day before.
Sedih. Diare pada bayi emang ga bisa dianggap remeh. Kalau ga aware endnya ya gitu. Dehidrasi dan bisa lead ke kematian. Dan harusnya, penanganan pertama yang tepat could save si baby dari dehidrasi. And maybe he not supposed to death. Just another unreal probability 😦

Bercermin dari pengalaman pas gw pkl di bangsal anak dulu, trennya penyakit pada pasien bayi itu emang cuma dua: kejang demam dan diare. Bayi atau anak yang diare harusnya dapat ditangani dulu oleh orang tua agar ga dehidrasi. Pas demam pun gitu, demam pada anak harusnya dapat ditangani dulu agar panasnya ga mengakibatkan kejang. Penanganan pertama itu penting sebelum si bayi atau anak dibawa ke rumah sakit. Bayangkan kalau seandainya akses ke layanan kesehatan sulit, macet gila, atau terjadi sesuatu saat kita di perjalanan ke rumah sakit.

Dalam rangka aware itu, obat obat bebas di bawah harus tersedia jika di rumah ada bayi atau balita. Untuk penanganan pertama.

~Paracetamol drop .
Kalau anak udah demam (temperature > 38 C), kasih obat penurun demam itu perlu. Paracetamol dalam takaran tetes aman kok untuk bayi.
Kalau ga ada paracetamolnya kompres dulu dengan air hangat pada bagian kening atau ketiak. Kalau demam ga turun turun (biasanya sih <4 jam udah ada keliatan efek si obat), apalagi sampai pingsan atau muntah, segera bawa ke dokter..

contoh paracetamol drops (Ga berniat promo :p)

~Oralit
Pada kasus diare, mengganti cairan tubuh yang hilang lebih diprioritaskan dibanding menghentikan diarenya dulu. Apalagi jika bagian mata bayi sudah mulai cekung. Waspadalah! Mengganti cairan tubuh yang hilangnya ga perlu pakai po***i atau minuman elektrolit lain. Cukup pakai larutan oralit. Kalau ga ada oralit bisa diganti pakai teh manis campur gula. Untuk menghentikan diarenya, you should to see a doctor.

oralit OGB

~Antiseptic

Note: postingan ini subjectively dari pengalaman gw yang masih gw ingat saat masih kuliah dulu 🙂

Top 5 Fakta Obat yang Bisa dijadiin Filosofi Hidup

Ibarat pepatah minang ‘alam takambang jadi guru’ maka segala hal yang ada di alam ini sudah selayaknya jadi pelajaran buat kita *serasamenjadimakmakbundokanduang 🙂 termasuk alam dimana gw berkecimpung sekarang. Alam per’obat’an. Menurut gw-banyak banget fakta tentang obat dan sediaan obat (kayak tablet, kapsul, dsbnya ituh) yang bisa jadi bahan renungan, dan selayaknya menjadi filosofi kita dalam mengarungi kehidupan *tibatiba puitis.

Filosofi 1. Nggak boleh berlebih lebihan. Fakta: yang membedakan obat dan racun itu hanya dosis. Bukti: silakan minum 50 tablet obat sakit kepala, dijamin koit. Jadi, menyukai, membenci sesuatu nggak boleh berlebihan.

Filosofi 2. Kemasan menentukan kelas. Fakta: Industri farmasi yang sama yang ngeluarin produk generik dan branded, ga bakalan make bahan baku, mesin, air, teknik atau metode bikin obat yang beda untuk produk generik (yang notabene lebih murah) ataupun untuk produknya yang bermerek. Perbedaan yang paling menentukan antara kedua produk itu datang dari cara industri itu mengemasnya. Catat. Buktinya? Silakan tanyain langsung ke pabriknya :).

Filosofi 3: Sesuatu yang sepertinya mustahil, bisa jadi mungkin dengan usaha maksimal dan cara yang elegen. Fakta: siapa bilang air dan minyak ga bisa bersatu? Dengan penambahan surfaktan, minyak dapat terdispersi dalam air membentuk emulsi. Bukti: silakan beli emulsi minyak ikan. Jadi saat sesuatu sepertinya mustahil, cari bantuan, jangan menyerah!

Filosofi 4: Saat kita menemukan masalah, jangan pernah berhenti mencari jalan keluar. Fakta: untuk menjadikan suatu zat aktif jadi sediaan obat yang bisa dikonsumsi kayak tablet, sirup, de el el, nggak gampang. Bahan yang sukar larut lah, rasanya yang ga enak lah, ngedapetinnya susah lah, dsb. Tapi ilmu formulasi obat hampir memungkinkan suatu zat aktif dapat digunakan oleh manusia. Sukar larut? Dikecilin luas permukaan. Rasa ga enak? disalut atau tambah aditif. Ngedapetin susah? Sintesis dari bahan yang lebih gampang didapetin. Nggak bisa dicetak jadi tablet? Jadiin granul dulu. Masih ga bisa? Jadiin kapsul. Nggak bisa juga? Serbukin aja.. Hahaha…Jadi, seperti filosofi 3, dalam hidup nggak boleh gampang menyerah. Sekali kesulitan mampu kita lewati, ‘harga’ yang kita dapat dari perjuangan itu juga bakalan terasa lebih worth *bijak banget gw :)..

Filosofi 5: Kuantitas tidak selalu mengikuti kualitas. Fakta: kebanyakan bahan obat aktif secara farmakologis dalam jumlah yang sedikit banget, tapi efeknya dapat mempengaruhi keseluruhan kehidupan manusia Fakta 2: dari berkilo kilo sumber bahan baku obat, kandungan bahan aktif di dalamnya tuh cuma bisa ditimbang dalam ukuran mg..ckckck.. Jadi ‘menilai’ segala sesuatu di hidup kita ga seharusnya melulu berpatokan pada angka..

Sebenarnya masih banyak filosofi hidup yang bisa diambil hikmahnya dari dunia per’obat’an :), apalagi dari lingkungan sekitar kita, so let we look around with clear though and pure heart *tibatibabijak..