Yang Baru

Many things happened since the last post I wrote. In brief detail, here they were:

1. I began part time job as elementary mathematics and English teacher.

2. I won my first door prize (a luggage)!!

3. I got addicted to online shopping.

4. I got obsessed with K-beauty routine ( that complicated 10 steps skin care)

5. Another office drama episode arouse. My subordinate lied and left early when she should done the overhour, made me more than just disappointed.

6. I began learn French from mosalingua App (Salut)

7. A college friend of mine deceased right after childbirth. This is the most profoundly devastating news I heard recently. I got shaken to the core. I began to wonder many things about death, heaven, being a mortal and so many times I reconsider about my own choice and life.

I should to began again the initation of scheduled writing, just to encourage me to leave the laziness and fear behind.

Advertisements

Romance Book with Arranged Marriage Theme

Dalam kehidupan nyata, Arranged Marriage yang pernah saya tahu tidak ada yang berakhir bahagia. Walaupun saya rasa beberapa Arranged Marriage di luar sana benar benar berakhir bahagia, namun, tetap saja, memutuskan untuk menikah dan menghabiskan sisa hidup dengan seseorang yang tidak dikenal sama sekali atau dengan seseorang yang pikiran maupun tindakannya tidak dihargai oleh salah satu pihak, seberapapun terpaksanya seperti gambling dengan niat yang tidak tuntas. Bertarung tanpa keyakinan akan menang. 

Sehingga walaupun dalam dunia fiksi tema ini populer, saya seharusnya tidak punya dorongan yang kuat untuk membacanya. Terlalu fantastis. 
 Tapi rasa penasaran mendorong saya untuk tidak mengabaikan tema ini sepenuhnya dalam bacaan saya. Saya ingin tahu bagaimana penulis menggambarkan sistem ini berjalan.

Dari blogwalking ke beberapa blog dan juga dari jam jam yang dihabiskan untuk membaca sinopsis di toko buku, saya memperoleh referensi novel lokal bertema serupa dengan review oke dan penggemar yang cukup banyak. Novel tersebut antara lain: 

  1. Mahogany Hills 
  2. Marry Now Sorry Later
  3. Jodoh untuk Naina
  4. Dimi is Married
  5. Marriagable
  6. Orange

Saya baru membaca 3 novel terakhir, namun tidak diduga 2 novel terakhir membuat saya jatuh cinta dengan karya karya penulisnya 😄.  

Marriagable dengan dialognya yang kocak berhasil membuat saya mengabaikan unsur kebetulannya yang banyak, narasinya yang sedikit, dan tema klise AM yang terpaksa usia ini. Di novel Marriagable mereka berdua menghabiskan waktu setahun untuk mengenal satu sama lain dan kesannya jauh dari gambling.  

Orange membuat saya jatuh cinta karena penekanan sang heroine bahwa dia akan bersungguh sungguh dalam pernikahan mereka dan ujungnya pernikahan tersebut dibatalkan karena tokoh hero sadar ialah tindakan yang egois membuat seseorang berada dalam pernikahan tanpa benar benar tahu apa yang sebenarnya diharapkan oleh masing masing pihak dalam perjanjian itu. 

Arranged marriage tanpa peduli nilai dan keseharian pihak yang lain seperti judi. Bukan berarti saya setuju dengan pacaran yang belasan tahun. Mengenal value seseorang tidak hanya lewat pacaran. Bisa jadi dan sangat mungkin value ini tertutup karena pacaran sifatnya dua arah dan ada unsur harus menyenangkan pasangan di dalam. Di logika saya walaupun cinta tak wajib ada sebelum menikah namun kedua belah pihak harus berkomitmen menghargai satu sama lain dulu untuk membangun rumah tangga. Bagaimana bisa berkomitmen untuk menghargai jika sebelumnya mereka tidak kenal pribadi calonnya. Hal ini membuat saya menyadarkan Arranged Marriage juga layak mendapatkan happy ending-nya sendiri.