Dreamland

Saya termasuk orang yang terpesona dengan film yang lagi ngehits : La La Land. Film ini sangat captivating. Cara filmnya bercerita tidak pernah membosankan walaupun ceritanya standar. Suguhan visualnya memanjakan penonton. Musiknya juga pas. Dan film ini mampu membuat saya merasakan emosi manusia yang kompleks itu sedih, bahagia, bingung, menyesal.

The movie makes me think about dreaming.

Ide romansa yang dimulai dari penghargaan terhadap orang lain karena passion orang tersebut terhadap mimpinya, ialah hal yang indah. Seseorang terlihat menarik karena mimpi yang dia punya dan apa yang dia lakukan dnegan mimpi itu. the dream that define them. But when that dream push us to give up on our loved on, should we still hold those dear? Because give up that dream also mean loses part of ourselves too. And being in love such a another dream too. Yah, ujung-ujungnya saya jadi ingat kata ibu saya : kalau kita mendapatkan apa yang kita mau, kita kehilangan apa yang di hati, jika kita mempertahankan hati, kita tidak dapat yang kita mau. No win win solution. And that the hard fact of life.  Ending yang kita tuju mungkin bukan ending yang kita inginkan. Cuma dengan jujur kepada diri sendiri dan mimpilah jalan ke dreamland itu dimulai.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s