Siem Reap

blog

Visiting Siem Reap  was one of the precious experience I encountered in 2016. Going and wander through this city simply make me feel…

Kedekatan Siem Reap dengan sejarah membuat saya terpesona dan…mengevokasi. Menyadarkan saya kenapa gema masa lalu itu penting, bahwa sejarah tidak bisa terlewat tanpa memberi implikasi di masa sekarang, juga pengaruh akan masa depan. Mungkin, pengalaman dan kesadaran yang cuma bisa saya dapat dari kota ini saja.

Angkor, kota kuno peninggalan abad ke 9-15, merupakan salah satu tujuan wisata yang palaing terkenal di Kamboja. Berlokasi di provinsi Siem Reap sekarang, dengan area seluas 400 km2 dan puluhan  kuil kuno dari zaman kejayaan kerajaan Khmer, kota ini merupakan salah satu situs sejarah kebudayaan penting  di dunia. Sebelum mengunjungi tempat ini, saya sangat menyarankan untuk membaca sebanyak mungkin tentang situs ini dan take note. Tanpa itu, bisa jadi kunjungan ke sini tidak lebih terasa sebagai kunjungan terhadap reruntuhan bebatuan atau kunjungan ke Prambanan dalam skala luas yang lebih kecil. Plus dengan sengatan sinar matahari tanpa ampun  dan wilayah yang cukup luas, mengunjungi Angkor tanpa asosiasi ide tentang arsitektur, tata kota, sistem irigasi, sistem sosial dari tempat kuno satu ini, bisa jadi kunjungan ke sini tidak meninggalkan kesan mendalam. Learning is knowing, and that how we make impression.

Gema sejarah Khmer merah serta kaitannya dengan perang dingin masih terasa kental di Siem Reap dan Kamboja pada umumnya. Hal lain yang saya sarankan saat di Siem Reap ialah kunjungan ke war museum didampingi oleh guide  yang memang difasilitasi oleh museum tersebut. Kisah yang diceritakan oleh mereka yang benar benar terlibat dalam konflik ini yang membuat tempat ini sulit untuk dilupakan. Saya sangat tersentuh dengan kemampuan masyarakat Kamboja dalam memaafkan dan bangkit menjadi masyarakat yang bermartabat setelah menjadi korban akibat ketidakstabilan politik dan perang berkepanjangan. Saya masih ingat, saat teman saya bertanya tentang keluarga Pol Pot, dan si abang guide saya bilang bahwa anak perempuan beliau masih diterima dan diperlakukan sebagaimana masyarakat Kamboja lainnya. He simply said “His (Pol Pot) family should not be punished for his act”. People in here truly amaze me for their optimism. They do not let the hardship left them bitter and sulking for life itself.

Interaksi langsung dan sebanyak banyaknya dengan masyarakat di Siem Reap ialah hal berikutnya yang menurut saya harus dilakukan saat di Siem Reap. Saya kagum dengan bagaimana hangatnya rata-rata sambutan warga Siem Reap (they got really heartwarming personality). Saya juga kagum dengan kemampuan bahasa mereka yang rata rata bisa berbahasa Inggris dan bahasa Khmer, dan seringkali bisa bahasa ketiga entah itu Bahasa Prancis, atau Bahasa Malay. Orang orang disini membuat saya menyadari bahwa sejarah sebenarnya ialah tentang manusia. And that’s how history become important. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s