The Silver Lining

 

Asosiasi istilah schizophrenia dengan psychological disorder pertama kali saya kenal saat kuliah. Dalam bayangan saya saat itu, gelandangan dengan tingkah yang aneh dan menyeramkan yang harus selalu dihindari ialah penderita schizophrenia. Penderita schizophrenia hanyalah konotasi manis untuk orang gila, dengan sesuatu yang salah pada diri mereka yang membuat mereka menjadi mengerikan sekaligus menyedihkan. Mereka ialah manusia tidak normal yang tidak akan mengerti pikiran manusia yang waras. Dalam pikiran saya, stigma itu ada, hidup, dan bernafas.

Sekarang, saya sungguh malu karena perspektif saya tersebut. Saya telah membangun pikiran negatif –menghakimi- tentang sesuatu yang saya tidak benar benar mengerti. Have a psychological disorder doesn’t make someone less human than anybody. They maybe different but somehow the difference make people as someone.

Melihat yang tidak bisa orang lain lihat, mendengar apa yang tidak orang lain dengar, memikirkan sesuatu yang mungkin tidak akan dipikirkan orang lain pikir, as they said the positive syndrome in schizophrenia, mungkin tidak masuk akal dan tidak berdasar, namun yang pasti apa yang mereka dengar, lihat, dan pikir ialah kenyataan yang diterjemahkan oleh sistem syaraf manusia. Terlihat sama nyatanya dengan apa yang disampaikan indra manusia lain oleh otak yang kemudian diamini sebagai kenyataan universal. Begitupun sindrom negative seperti depresi dan isolasi bukanlah hal yang dianggap tidak biasa. Penderita schizophrenia mengalaminya jauh lebih intens dibanding yang lain. Gejalanya bukanlah hal yang bisa disembuhkan atau ditiadakan begitu saja, namun efek negative dari gejala tersebut dapat diusahakan untuk dikendalikan dengan bantuan antipsychotic secara regular.

schizophrenia_brain_large

Hidup dengan penyakit ini mungkin tidak membuat hidup seseorang-  pasien, keluarga, orang orang di sekitarnya- jauh lebih mudah namun dengan melekatkan stigma negatif pada penyakit ini ialah salah. Schizophrenia harus dilihat sebagaimana adanya: sebagai gangguan psikologis. Psikologis yang bermasalah tidak membuat seseorang kehilangan kapabilitas untuk memiliki harapan, untuk berguna bagi orang lain, untuk mencintai, untuk memiliki hidup yang penuh dan bermakna. Tidak membuat  seorang kehilangan kebutuhan untuk dihargai, untuk dilindungi, ataupun untuk dicintai. People with schizophrenia –and any psychological disorder- may be not normal but also as normal as human could be.

silver-linings-playbook

 

PS: Though about this during a reconciliation with one of the best person I ever known

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s