Tentang Membuang Sampah Sembarangan (part 2)

image-16-09-15-10-13

image-16-09-15-10-13-1(1)Menulis postingan ini merupakan dilemma buat saya. I didn’t like complaining about something but doing nothing to change that. Perasaan itulah yang muncul saat saya mengambil foto di atas. Lokasi foto itu diambil di salah satu tempat wisata di daerah Sumatera Barat, yang kebetulan posisinya cukup dekat dengan rumah saya.

Yang menonjol di tempat tersebut saat pagi foto ini saya ambil bukanlah cantiknya alam dan pemandangan yang breathtaking, tapi sampah. Saya masih ingat situasi yang kurang lebih mirip pada sungai belakang rumah saya dulu itu (postingan yang ini). Memunculkan perasaan sedih yang sama.

Fenomena ini terasa makin menyedihkankarena sampah ini merupakan tumpukan sampah seminggu setelah liburan idul fitri. Hal yang merusak euphoria setelah keagungan hari besar itu. Saya pikir liburan idul fitri harusnya waktu untuk merayakan kemenangan, bukan waktu yang dihabiskan untuk membuang sampah ke tempat wisata saat jalan – jalan. Pernah tidak membayangkan kalau seorang saja lebih memilih mengantongi sampah alih alih membuangnya sembarangan? Dia setidaknya sudah melakukan sesuatu yang besar banget dampaknya dengan tidak mengotori bumi. Dia sudah mempertahankan sesuatu yang baik dari Negara, bukan menambah beban masyarakat atau pemerintah yang memang sudah banyak.

Saya masih ingat suatu hari saat saya menunggu sahabat saya di halte samping Gelora Bung Karno. Saya melihat seorang ibu menggeletakkan sampah di samping halte. Sampah konsumsi yang dibagikan pada salah satu even di tempat itu. Dan tindakan tersebut beliau lakukan di hadapan anak-anak yang lebih muda-mungkin anaknya atau keponakannya. They said we were copying another person habit around most when we were young. Saya takut kelakuan ini ditiru dan suatu saat kita pelan – pelan mulai hidup di tumpukan sampah. Saya takut hal ini berlanjut seterusnya menjadi lingkaran setan yang tidak pernah putus. Saya takut bahwa harapan untuk tanah ini makin menipis dari hari ke hari.

Di saat di tanah seberang sudah jauh berpikir tentang cara mengelola limbah, kita masih saja berkutat dengan kebiasaan menyedihkan: membuang sampah sembarangan, di Negara berpenduduk 259 juta orang ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s