Most Memorable Lab Work in Pharmacy Degree

Apalah seorang mahasiswa farmasi tanpa cerita tentang lab dan segala praktikumnya? Praktikum saat kuliah farmasi menyimpan banyak cerita, mulai dari laporannya yang tebalnya kadang ampun ampunan (yang biasanya diselesaikan di sela sela jadwal kuliah), kejadian lucu (dan terkadang menakutkan) di lab, asisten dosen yang terkadang menyebalkan, frustasi dengan modul yang sulit dipahami dan menuntut ketajaman ingatan, jas lab yang penuh noda, kekompakan tim, dan banyak hal lagi yang dijamin membuat rindu. Demi nostalgia, bermodalkan ingatan saat kuliah dan obrolan antar mantan mahasiswa farmasi, terbentuklah daftar praktikum yang paling memorable diantara sekian banyaknya praktikum selama 4 tahun kuliah, yaitu 🙂

  1. Praktikum Formulasi Dasar

Praktikum ini lebih ke praktek apoteker tradisional yang tugas utamanya meracik obat (dan di kurikulum baru sudah lebih disesuaikan dengan zaman gadget dan teknologi terkini)

  • mahasiswa dituntut untuk menghasilkan produk dari suatu resep “kuno” aka salep, kapsul, bedak, krim, emulsi, suspensi, serbuk bagi, dan segala macamnya
  • mahasiswa harus terbiasa dengan lumpang, stamfer, dan kerja perorangan untuk pertama kalinya.
  • mahasiswa harus bisa menggunakan timbangan jaman “baheula” yang kesetaraan kiri-kanannya harus dilihat pakai batu timbang (ala-ala timbangan yang ada pada pengadilan di film-film india).
  • mahasiswa harus ahli membagi rata serbuk sejumlah kira kira 100 g dengan mengandalkan feeling dan kemampuan visual!
  • mahasiswa akan belajar cara melipat kertas perkamen dengan cepat
  • mahasiswa mempelajari teknik dan kecepatan memutar stamfer layaknya gamer mempelajari tombol stick PS yang harus dipencet untuk jurus rahasia tertentu
  • saat pulang dan keluar dari lab, jas lab akan penuh dengan bau rumah sakit.
  1. Praktikum Farmakologi

Praktikum ini bertujuan memberi pengetahuan bagaimana obat atau zat aktif biologis mempengaruhi tubuh makhluk hidup. Alasan kenapa praktikum ini masuk daftar ialah:

  • Labnya paling bau (out of GLP :D)
  • Mahasiswa harus akrab dengan hewan seperti mencit, tikus, dan terkadang… kodok (yang juga bisa galak dan balas menggigit)
  • Mahasiswa terkadang terlibat dalam pembunuhan terencana (disclaimer: tidak semua mahasiswa farmasi sadis, ada teman saya yang bahkan menangis saat melihat mencit mati atas nama pengetahuan)
  • Mahasiswa mempelajari banyak hal forensik yang berguna namun terbatas seperti memingsankan makhluk hidup, mematikan dengan efektif dan tanpa rasa sakit sampai membedah dan mengobservasi organ dalam (dan terbatas pada hewan kecil seperti mencit dan tikus).
  • Saat pulang dari lab, jas mahasiswa akan penuh dengan bau.. uhmm… hewan (atau kotorannya)
  1. Praktikum Farmakognosi

Praktikum yang bertujuan mengidentifikasi karakter khusus dari suatu tumbuhan dimana mahasiswa menghabiskan banyak waktu (hampir setiap minggu dan setiap kali praktikum!!!) dengan mikroskop optic generasi pertama atau kedua! Kemampuan seni menggambar dan mewarnai mahasiswa benar- benar terasah disini.

  1. Praktikum Kimia Organik

Tujuan praktikum di lab ini ialah untuk mempelajari dasar dasar teknik memperoleh senyawa organik.

  • Praktikum yang selalu berurusan dengan pelarut organik yang rata-rata berbahaya (dan setiap tahun selalu ada bencana di lab ini, mulai dari yang paling sederhana: botol pecah tiba-tiba sampai ledakan skala menengah)
  • Mahasiswa akan akrab alat – alat ekstraksi dari yang paling sederhana (yaitu toples atau botol!) hingga yang paling canggih.
  • Mahasiswa akan belajar tentang harga kesabaran dan pengorbanan (berbulan –bulan mengekstrak berkarung karung dedaunan kering dengan bermacam- macam proses, berliter-liter pelarut, pada akhirnya hanya akan mendapat sejumput kecil kristal putih yang tidak untuk di bawa pulang atau diuangkan).
  1. Praktikum Formulasi Steril

Praktikum yang terkenal karena kompleksnya (paling ribet buat masuk labnya, paling ribet jurnalnya, paling ribet ujiannya) namun ujung – ujungnya cuma begitu saja sampai akhirnya bosan.

Honourable Mention : Praktek Kerja Lapangan (PKL) dimana satu kelas bertualang ala backpackeran ke kawasan hutan atau daerah terpencil selama 2 atau 3 hari untuk mengumpulkan specimen tumbuhan yang nantinya diidentifikasi, diawetkan atau diekstraksi selama tahun ajaran tersebut.  Kegiatan dimana manusia laboratorium sempat menikmati sinar matahari dan memperoleh sedikit petualangan dalam hidup 😀

Penutup: Saat berusaha menghiasi postingan ini dengan foto lab yang rencana saya akan dicopy dari web universitas, foto yang tampil ialah gambar yang mengecewakan saya, sehingga demi keotentikan, postingan ini terpaksa tidak disertai gambar 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s