Tentang Pilihan

Salah seorang sahabat saya pernah bertanya, saat jalan yang kita ambil terasa berat haruskah berusaha lebih keras ataukah sebenarnya kesulitan itu merupakan pertanda bahwa jalan itu sebaiknya kita tinggalkan. Akankah kita harus terus berjuang ataukah kita akan berhenti karena konspirasi semesta ternyata tidak berpihak kepada kita?

Kebimbangan untuk terus berusaha atau melepaskan dan merubah tujuan selalu ditemui di banyak kisah. Dalam dunia kerja, dalam dunia pendidikan, dalam kisah cinta. Perjalanan hidup selalu menyimpan harapan. Kita bermimpi, menemui kesulitan, dan yang harus kita lakukan ialah memilih.

Suatu ketika, saya juga pernah melontarkan pertanyaan yang sama: saya ingin berhenti bekerja, tapi bagaimana jika pekerjaan ini ialah rejeki saya. Apakah saya bodoh karena menolak rejeki. Akankah kehidupan saya lebih baik setelah ini. Apakah saya harus berusaha menyukai pekerjaan saya atau saya harus berhenti mengejar mimpi saya? Kali lain, saat saya berjuang untuk suatu impian, ternyata di tengah jalan saya kesulitan dalam prosesnya, saya punya pilihan untuk terus berusaha atau berhenti dan membangun impian baru. Saya bimbang, mana yang lebih baik? Saat kesulitan dalam perjodohan pun mungkin begitu. Salah seorang kerabat saya bimbang untuk memutuskan haruskah ia berjuang lebih keras untuk kisah cinta LDRnya ataukah dia harus menghentikan kisah ini sebelum membentuk komitmen yang lebih jauh.

Perlu seseorang yang mengingatkan saya, bahwa satu satunya kepastian dalam hidup ialah ketidakpastian. Termasuk kepastian untuk masa depan yang lebih baik. Kita membuat pilihan, mengambil resiko, dan berusaha untuk lebih baik.

Saya ingat saya pernah membaca quote di sebuah buku: hidup ini seperti potongan puzzle. Saat kita memilih suatu potongan, potongan tersebut akan mempengaruhi bentuk puzzle secara keseluruhan. Kita akan membentuk puzzle dan memilih potongan potongan lain dari potongan yang sudah ada. Ada banyak kemungkinan bentuk akhir dari puzzle tersebut. Seperti hidup, saat membuat suatu pilihan, entah dengan hasil sesuai dengan yang kita harapkan atau tidak, kita selalu akan membuat pilihan lain. Di akhir suatu pilihan selalu ada pilihan lain. Pada akhirnya, ada banyak kemungkinan yang mewarnai kehidupan kita.

Jadi saat memutuskan apakah lebih baik untuk berjuang atau berhenti, tidak ada kepastian suatu pilihan lebih baik dari yang lain. Selalu ada resiko. Hanya saja kerelaan kita untuk menghadapi resiko tersebut yang membuat perbedaan. Mungkin, saat kita menyadari resiko atas pilihan pilihan yang kita ambil, kita bisa mempertanggungjawabkan pilihan kita terhadap diri sendiri.Kita hanya harus memilih dan mempertanggungjawabkan pilihan kita. Hasilnya? Biarkan kuasa untuk hal ini hanya menjadi milik Tuhan. Sehingga mungkin, yang bukan pilihan ialah melibatkan Tuhan dalam setiap pilihan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s