Bebas itu Nyata?

Tema iklan makin hari, makin kreatif yah??Itu mah harus kali ya? Sehingga sometimes watch the commercial is better than watch the sinetron gak jelas yang jadi acara utamanya^^.

Nah, salah satu iklan yang menarik perhatian gw tuh yang punya tema “Bebas itu nyata”

It said there`s no absolute freedom.

But freedom is a hard word that also hard to define, I guess. Sejenis dengan kata abstrak: cinta, keadilan, kebahagiaan. Kind of word yang kita sering pakai, tapi sukar banget untuk dijabarkan. Kind of word yang paling sering ditanya pakai what is, kayak: What is freedom? What is love? What is happiness?

Back to the theme. What is freedom? Apa itu kebebasan? Karena gw gak punya KBBI, I define it as ‘suka-suka’, ngelakuin sesuatu sesuai dengan yang kita suka. Bebas bermimpi artinya suka-suka kita mau mimpi apa, bebas milih jodoh artinya suka-suka kita milih jodoh, bebas milih sekolah, suka-suka kita mau sekolah di mana, bebas menjalani hidup, suka-suka kita mau hidup kayak apa.. I guess, that’s why, freedom is a human right. Karena perasaan dan pikiran kita as human will always lead us to this feeling. But as the commercial said, individual right also have to restricted. Kayak yang gw dapet dulu pas belajar PPKn atau KWN (yup, masih itu tuh namanya pas gw masih sekolah^^), hak sebagai individu selalu dibatasi oleh hak orang lain. How far this right and this norm will restrict our right also does not come with a specific definition. Yang jelas, jangan sampai kebebasan kita malah mengganggu kebebasan orang lain. We wanna be appreciated, also the other, we want freedom, also the other.

That`s something about freedom we should to accept, I thought . Yang harusnya kita terima. Saat kita memperoleh dan menghargai hak kita untuk bebas hidup, harusnya kita juga menghargai hak orang lain untuk hidup ya? Harusnya kalau kayak begini nggak perlu ada perang kan? Secara perang dan penjajahan adalah hal-hal yang jelas-jelas melanggar HAM, terekspos public, dan terjadinya pun dalam huge quantity. But live is not come that simple.. Gw inget, gw baca di salah satu manga, justru karena menginginkan cinta, justru untuk melindungi hal yang paling berharga untuk kita maka perang dan kebencian itu ada. This the way life goes… Yeah, there`s no perfect world, nearly ideal aja nggak ada. But as much thing in our lives, we can`t decide how something should to end, but at least we could try to make it. So, walaupun pelanggaran HAM itu mungkin gak bakalan pernah bisa dihentikan tapi setidaknya, kita bisa berusaha agar orang lain tuh feel life is a blessing.

Back to main theme. That freedom. There`s another thing yang nge-restrict freedom itu. But yang ini tuh, sesuatu yang harusnya tidak membatasi tapi sulit untuk mengabaikannya sebagai hal yang tidak membatasi. Yaitu: our thought about other perception.
Although that perception is something that we cannot accept or agree. Ini tuh kali ya yang di definisikan sebagai norma budaya atau norma sosial. As states before, how far this right and this norm will restrict our right also not come with a specific definition. Norma sosial is another judging and perception in huge quantity of people. Tapi persepsi orang lain adalah `sesuatu` yang tidak di-norma-kan tetapi membuat kita mikir akan apa yang kita mau, kita inginkan, kita lakukan. And have the own perception is kinda of human right juga, I guess*again. Cuma terkadang pesepsi ini semacam nge-judge orang lain secara general dan justru menyulitkan kehidupan orang lain. Jika kayak gitu, how could we said ourselves as orang yang menghargai HAM? Kayak ada sister of mine yang batal kawin gara-gara orangtua calonnya gak setuju dengan suku kakak gw itu. Dan gw pernah mutusin berenti kerja, tapi almamater gw ikut kena getahnya. I couldn`t agree with this. I guess everybody has his/her own right to be seen as their selves, yang bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri, dengan tidak membawa sukunya, pekerjaannya, orangtuanya, asalnya. I define it as a freedom too. What do you mind?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s