“Laktat Asidosis” Adverse Effect yang pake status Medical Emergency (Part II)

Untuk part II, Lactat Acidosis is the chosen one^_^.

Kalau diibaratkan, laktat asidodis itu tuh merupakan bagian dari klub asidosis metabolic yang merupakan keluarga besar dari gangguan asam basa a.k.a gangguan elektrolit tubuh. Jadi untuk mengetahui bagaimana posisi laktat asidosis dalam keluarga ini dan kenapa beberapa obat-obatan itu bisa mengakibatkan asidosis laktat, perlu diketahui dulu bagaimana peranan elekrolit di dalam tubuh kita. Rada-rada ribet dan memusingkan sih, tapi lebih baik pusing dulu di awal daripada ntar lebih pusing lagi…

 

Elektrolit dalam tubuh berperan dalam keseimbangan asam basa dan keseimbangan osmostik ion-ion di dalam tubuh. Ion positif alias kation yang terdapat dalam tubuh antara lain kalsium, magnesium, kalium,dan natrium/sodium. Ion negative alias anionnya antara lain bikarbonat, klorida dan ion fosfat. Ion-ion kayak natrium, klorida, bikarbonat, dan kalium adalah ion yang memegang peranan dalam pengaturan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, sedangkan ion kalsium, fosfat dan magnesium berperan dalam pembentukan mineral tulang.

 

Kenapa keseimbangan elektrolit dan cairan itu perlu dijaga?

It is kind of question that hard to explain the answer. Hahaha. Secara ya, cairan dalam tubuh kita itu mengandung elektrolit, dan keberadaannya dalam tubuh itu yang menentukan tidak cuma penghantaran pesan antar sel tapi juga hantaran-hantaran yang lain-lah. Jadi kalau elektrolit dan cairan dalam tubuh tidak seimbang, semua sistem dalam tubuh kita terganggu

Makanya pH darah sebagai media transpor dalam tubuh itu nilainya segitu gitu aja, karena dijaga keseimbangannya (atau dikontrol) biar segitu-segitu aja oleh organ-organ yang lain. pHnya dijaga biar berada dalam range 7.38 -7.42.

Tahu kan kalau tubuh kita menghaslkan asam akibat respirasi sel dalam bentuk karbon dioksida? Karena proses metabolisme tubuh kita akan menghasilkan sejumlah asam-asam yang tak bisa menguap (jadi nggak bisa dikeluarkan dari tubuh lewat paru) kayak asam laktat, asam urat, asam keto,atau asam-asam anorganik kayak asam sulfat dan asam fosfat. Jadi pengeluarannya dari tubuh itu harus lewat cairan ekstrasel alias darah. Kalau nggak ada sistem pengaturan asam basa dalam tubuh, kebayang kan setiap hasil metabolisme pasti memberikan variasi terhadap nilai keasaman dan kebasaan darah. Nah, pengaturan keseimbanagan ini melibatkan organ paru, ginjal, dan sistem penyangga alias buffer alami yang sudah ada di tubuh kita.

Salah satu sitem buffer yang ada itu adalah buffer bikarbonat dan karbonat. Nilai ion bikarbonat dan hidrogen ekuilibrium dengan karbon dioksida dalam cairan tubuh, kayak rumus ini nih.

H+ + HCO3 ↔ H2CO3 ↔ CO2 + H2O

Jadi kelebihan asam hasil metabolisme tadi bisa dikeluarkan dari tubuh, dengan mengatur pengeluaran CO2 lewat paru, pengaturan konsentrasi bikarbonat oleh ginjal. Sehingga kaitan antara Ph dengan tekanan CO2 dan konentrasi bikarbonat dapat dijelaskan dalam persamaan Henderson-Hasselbach yang dimodifikasi jadi:

pH = pKCO2 + log (CHCO3/α X PaCO2)

dimana pH itu ialah pH-nya darah, pKCO2 ialah konstanta disosiasi asam karbonat yang nilainya 6.1, CHCO3 adalah konsentrasi bikarbonat plasma, α adalah nilai kelarutan dari karbon dioksida dan PaCO2 adalah tekanan parsial arteri karbon dioksida. Dari persamaan ini tuh nilai pH kan harus normal dalam range 7.38 sampai 7.42, jadi nilai yang mungkin berubah itu cuma nilai konsetrasi bikarbonat plasma atau nilai tekanan CO2, nah kalau perubahan nilai ini terjadi, maka teradilah gangguan asam basa dalam tubuh. Kalau diakibatkan oleh konsentrasi bikarbonat sifatnya metabolik sedangkan kalau diakibatkan oleh tekanan arterial nya CO2 sifatnya respiratori, sehingga gangguan asam basa itu dikategorikan jadi:

asidosis metabolik – karena penurunan konsentrasi bikarbonat darah

alkalosis metabolik- akibat kenaikan nilai konsentrasi bikarbonat

asidosis respiratory- akibat hipoventilasi dan kenaikan PaCO2

alkalosis respiratory—akibat hiperventilasi dan penurunan PaCO2

Abnormalitas asam basa yang paling sering terjadi itu ialah yang versi asidosis metabolik.

Metabolik asidosis kejadiannya bisa jadi dalam anion gap yang normal atau justru karena peningkatan anion gap. Questioning what is that anion gap? Jadi anion gap itu adalah selisih muatan antara ion positif (kation) dan ion negatif (anion)utama yang ada di darah. Nah,metabolik asidosis dengan anion gap yang normal terjadi karena kehilangan bikarbonat yang berlebihan dari tubuh, sedangkan metabolik asidosis dengan peningkatan anion gap terjadi akibat peningkatan jumlah asam (yang pastilah muatannya positif) akibat penurunan ekskresi dari asam-asam anorganik atau memang karena akumulasi asam-asam organik seperti pada asidosis laktat atau ketoasidosis diabetik. Nah, saat terjadi metabolik asidosis akan diikuti oleh reaksi kompensasi dari respiratori melalui peningkatan ventilasi dan penurunan CO2 arteri .

Obat obatan yang dapat menyebabkan metabolik asidosis antara lain tuh: IV lorazepam, metformin, nitroprusida, NRTIs, propofol..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s