Manajemen Infeksi HIV dengan ARV

Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya, penanganan infeksi HIV lumayan ribet, resiko penggunaan ARV yang lumayan berat, ditambah lagi nggak semua pasien bersedia untuk `ditangani`. Kompleks emang persoalannya..

How Do We Know How to Manage HIV AIDS?

DHHS, DepKesnya U.S. sana pada Oktober 2011 publish semacam petunjuk a.k.a guidelines HIV AIDS untuk penanganan HIV/AIDS. Guidelines-nya ini lengkap dah. Ada yang buat anak, dewasa, ibu hamil, merangkap regimen yang nggak boleh diberikan, interaksi obat, penyesuaian dosis. Ada juga guidelines untuk penanganan infeksi opurtunistik pada pasien ODHA. Yang perlu diinget sih, manajemen HIV AIDS ini perlu dimonitor terus ke-up to date-annya, karena perubahan alias revisinya lumayan cepat dan riset tentang penyakit ini masih terus dijalankan.

How Do We Know When To Begin The Treatment with ARV?

Selama diagnosis awal, beberapa tes harus dilakukan dulu, antara lain, as mentioned before, hitung sel CD4, viral load, uji resistensi, HBV alias hepatitis B virus (wondering why this needed, baca guidelinesnya yah), uji kimia klinik mendasar kayak elektrolit, BUN, kreatinin serum, gula darah puasa, uji fungsi hati, profil lemak puasa, dan uji fungsi ginjal.

Kapan terapi harus dimulai. Jawabannya adalah tergantung*kesel dengan jawabannya? Lempar sandal aja dah..hehehehe..

Nggak ada bukti yang mendukung memulai ART saat diagnosis awal ditegakkan memberikan benefit untuk pasien. Hal yang harus dipertimbangkan adalah jumlah dan fekuensi obat yang diberikan, kondisi-kondisi `khusus` pasien, toleransi terhadap regimen obat yang diharapkan, biaya*paling penting neh, kepatuhan pasien, dan efek samping yang potensial (baik efek samping jangka endek atau jangka lama). Sekali pengobatan dengan ARV dimulai, terapi tak akan pernah dapat dihentikan. Resiko terapi dengan ARV: toksisitas obat dan resistensi si virus.

Tapi… ada juga resiko jika memulai ART ini di-delay. Infeksi HIV yang gak ditangani dikaitkan dengan kondisi non AIDS pada pasien, kayak penyakit jantung,gangguan ginjal, ganggguan hati sampai kanker.

Keputusan kapan pengobatan harus dimulai harus dibuat dengan dasar kasus per kasus. Pada pasien yang baru ditangani (nggak pernah ditangani untuk kasus serupa sebelumnya) istilahnya naïve patient, rujukannya menurut DHHS adalah:

  • Hitung sel CD4nya <350 sel/mm3 atau ada riwayat penyakit yang didefinisikan sebagi AIDS
  • Pasien mengalami (tanpa mempertimbangkan hitung sel CD4nya) : Hamil, nefropati akibat HIV, ko-infeksi Hepatitis B virus.
  • Disarankan ARV dimulai pada pasien dengan nilai hitung sel CD4nya antara 350-500 sel/mm3

How We Choose The ARV Regimen?

Lagi-lagi banyak factor yang harus kita perhatikan jika ingin memulai terapi dengan ARV: kondisi `khusus` pasien, toksisitas obat yang potensial, kehamilan (atau kemungkinan hamil), jenis kelamin, nilai hitung CD4, resistensi obat.

Rekomendasi DHSS untuk pasien `baru` : kombinasi 2 NRTIs dan 1 kombinasi PI yang ada ritonavirnya/NNRTI/Ratelgravir. Yang Prefered itu: tenofovir/emtricitabine (NRTIs) dan efavirenz (NNRTI) atau atazanavir/ritonavir (atau darunavir/ritonavir, jika pasien makai >20 mg omeprazole per hari) (PI), atau ratelgravir

Jika pasien dikontraindikasikan atau ada alasan lain sehingga regimen tersebut gak bisa diberikan, ada kok regimen alternative yang disarankan oleh DHHS, walaupun gak ada regimen yang bisa dibilang ideal

Jika obat telah diberikan dan gagal secara imunologis (mengevaluasinya ada di postingan sebelumnya yah), penyebabnya perlu di cari tahu, mungkin pasiennnya yang nggak patuh, masalah farmakokinetik, atau resistensi obat. Substitusi a.k.a penggantian obat harus dilakukan, dengan memperhatikan obat sebelumnya, obat yang akan diberikan, tes resistensi, dan kepatuhan pasien.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s